Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Jelang Manila Digger vs Dewa United AFC Challenge League: Banten Warriors Bawa Misi Harumkan Indonesia, Jan Olde Waspadai Dominasi Pemain Afrika

Petrus • Kamis, 5 Maret 2026 | 18:39 WIB

Dewa United dijadwalkan bertandang ke markas Manila Digger pada leg pertama perempat final AFC Challenge League 2025/2026, Kamis (5/3/2026) malam WIB. (Sumber: @bolaskorcom)
Dewa United dijadwalkan bertandang ke markas Manila Digger pada leg pertama perempat final AFC Challenge League 2025/2026, Kamis (5/3/2026) malam WIB. (Sumber: @bolaskorcom)

DEWA United bersiap menjalani salah satu laga terpenting dalam sejarah klub ketika bertandang ke markas Manila Digger pada leg pertama perempat final AFC Challenge League.

Pertandingan yang digelar di Stadion Rizal Memorial, Manila, Kamis (5/3/2026) malam WIB, menjadi kesempatan emas bagi Banten Warriors untuk menunjukkan kualitas mereka di panggung Asia.

Dengan status sebagai juara Grup E, Dewa United datang dengan kepercayaan diri tinggi.

Meski menghadapi tantangan berat dari tim tuan rumah yang diperkuat banyak pemain asing, skuad asuhan Jan Olde Riekerink optimistis mampu membawa pulang hasil positif sekaligus menjaga peluang melangkah ke semifinal.

 

Modal Juara Grup E

Dewa United melangkah ke babak perempat final setelah tampil solid di fase grup.

Banten Warriors berhasil keluar sebagai juara Grup E dengan koleksi tujuh poin dari tiga pertandingan.

Pada fase tersebut, Dewa United meraih kemenangan meyakinkan atas Shan United dengan skor 4-1, lalu menundukkan Tainan City 4-0.

Sementara satu laga lainnya berakhir imbang 1-1 saat menghadapi Phnom Penh.

Hasil tersebut menjadi bukti konsistensi tim dalam menghadapi lawan-lawan dari berbagai negara Asia, sekaligus menambah kepercayaan diri menjelang laga penting di Filipina.

 

Adaptasi Lapangan Sintetis Jadi Fokus

Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, menegaskan timnya sudah melakukan persiapan maksimal selama berada di Manila.

Salah satu fokus utama adalah beradaptasi dengan kondisi lapangan sintetis di Stadion Rizal Memorial.

Menurut pelatih asal Belanda tersebut, perbedaan kondisi lapangan memang menjadi tantangan tersendiri, namun tidak boleh dijadikan alasan bagi timnya.

“Saya pikir hal ini berlaku untuk setiap turnamen. Anda mengikuti turnamen tentu dengan tujuan untuk memenangkannya,” ujar Riekerink.

Ia juga menyebut Dewa United sudah berada di Manila selama dua hari untuk mempersiapkan diri.

“Kami akan bermain dalam kondisi yang berbeda, di atas lapangan buatan. Namun dengan latihan kemarin dan hari ini, semoga itu cukup untuk beradaptasi,” tambahnya.

 

Waspadai Kekuatan Pemain Afrika Manila Digger

Salah satu hal yang menjadi perhatian Riekerink adalah komposisi pemain Manila Digger yang didominasi pemain asal Afrika, khususnya dari Gambia.

Dari total skuad, tercatat ada 12 pemain Afrika yang memperkuat tim tuan rumah.

Sembilan di antaranya berasal dari Gambia, sementara sisanya dari Ghana, Kamerun, dan Nigeria. Selain itu, terdapat pula pemain dari China dan Jepang.

Meski demikian, Riekerink mengaku cukup memahami karakter permainan mereka karena pernah bekerja di Afrika Selatan selama dua tahun.

“Saya pernah bekerja selama dua tahun di Afrika Selatan, dan banyak pemain mereka berasal dari Gambia. Saya melihat gaya permainan yang sama di sana,” jelasnya.

“Mereka bermain dengan identitas yang jelas yang juga dibentuk dari akar Afrika para pemainnya. Saat di Cape Town City, saya terbiasa menghadapi tim-tim seperti ini,” lanjutnya.

 

Ricky Kambuaya: Kami Siap Berikan yang Terbaik

Gelandang Dewa United, Ricky Kambuaya, memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi siap tempur untuk menghadapi Manila Digger.

Ia menegaskan tim telah melakukan persiapan matang demi meraih hasil maksimal pada leg pertama perempat final ini.

“Saya dan teman-teman sudah dalam persiapan yang matang dan kami siap memberikan yang terbaik untuk besok,” ujar Ricky.

Terkait penggunaan lapangan sintetis, pemain Timnas Indonesia itu juga mengaku tidak merasa kesulitan karena sudah beberapa kali bermain di kondisi serupa.

“Untuk bermain di lapangan buatan di sini saya sudah beberapa kali, tiga atau empat kali. Jadi ini bukan hal baru bagi saya,” jelasnya.

 

Misi Harumkan Nama Indonesia

Pertandingan melawan Manila Digger bukan sekadar laga biasa bagi Dewa United.

Sebagai satu-satunya wakil Indonesia yang masih bertahan di AFC Challenge League musim ini, mereka memikul harapan untuk mengharumkan nama sepak bola Tanah Air di kancah Asia.

Dengan persiapan matang dan kepercayaan diri yang tinggi, Banten Warriors berharap dapat membawa pulang hasil positif dari Manila sebagai modal penting menghadapi leg kedua. (psn/net)

Editor : Petrus
#manila digger vs dewa united #dominasi #jelang laga #banten warriors #AFC Challenge League 2025 2026 #indonesia #Jan Olde Riekerink #waspadai #pemain afrika