SEMEN Padang akhirnya mengambil langkah tegas di tengah situasi sulit yang mereka alami di BRI Super League 2025/2026.
Manajemen Kabau Sirah resmi memecat pelatih Dejan Antonic setelah hasil imbang tanpa gol melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (4/3/2026).
Tak butuh waktu lama bagi manajemen untuk bergerak. Beberapa jam setelah pemecatan tersebut diumumkan, Semen Padang langsung memperkenalkan Imran Nahumarury sebagai pelatih baru.
Mantan gelandang Timnas Indonesia itu diharapkan mampu membawa Kabau Sirah bangkit dan keluar dari zona degradasi dengan 10 laga tersisa musim ini.
Hasil Imbang Lawan PSIM Jadi Titik Akhir Dejan Antonic
Pertandingan melawan PSIM Yogyakarta menjadi momen krusial yang menentukan nasib Dejan Antonic.
Semen Padang gagal meraih kemenangan meski unggul jumlah pemain sejak menit ke-37 setelah pemain PSIM, Fahreza Sudin, diganjar kartu merah.
Namun keunggulan tersebut tidak mampu dimanfaatkan dengan baik oleh tim tuan rumah.
Kabau Sirah berkali-kali menciptakan peluang, tetapi penyelesaian akhir yang buruk membuat skor 0-0 bertahan hingga pertandingan berakhir.
Hasil ini jelas menjadi kerugian besar bagi Semen Padang yang sedang berjuang keluar dari zona degradasi.
Andre Rosiade Umumkan Pemecatan Lewat Media Sosial
Kekecewaan manajemen terlihat jelas setelah laga berakhir. Penasihat Semen Padang, Andre Rosiade, yang hadir langsung di stadion segera memberikan sinyal pergantian pelatih melalui akun Instagram pribadinya.
Ia menyebut hasil imbang tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi manajemen. Tak lama setelah pernyataan itu, Semen Padang secara resmi mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan Dejan Antonic.
"Terima kasih Coach Dejan," tulis manajemen Semen Padang dalam pernyataan singkat yang dirilis melalui media sosial klub.
Semen Padang Jadi Tim Paling “Keji” Soal Pergantian Pelatih
Pemecatan Dejan Antonic membuat Semen Padang menjadi tim yang paling sering mengganti pelatih di Super League musim 2025/2026.
Sebelumnya, Dejan Antonic sendiri ditunjuk menggantikan Eduardo Almeida pada pertengahan musim. Artinya, Kabau Sirah sudah dua kali melakukan pergantian pelatih dalam satu musim.
Situasi ini mencerminkan besarnya tekanan yang dihadapi manajemen karena performa tim yang terus terpuruk sejak awal kompetisi.
Imran Nahumarury Datang dengan Harapan Baru
Tak lama setelah pengumuman pemecatan, Semen Padang memperkenalkan Imran Nahumarury sebagai pelatih baru.
"Welcome Coach Imran Nahumarury at Semen Padang FC," tulis klub melalui akun media sosial resminya.
Imran diharapkan mampu memberikan perubahan signifikan pada permainan Kabau Sirah. Dengan karakter sepak bola menyerang yang ia usung, manajemen berharap tim bisa lebih produktif mencetak gol dalam sisa pertandingan musim ini.
Misi Berat Selamatkan Kabau Sirah dari Degradasi
Tugas Imran Nahumarury tidaklah mudah. Hingga pekan ke-24, Semen Padang baru mengoleksi 17 poin dari 24 pertandingan.
Kabau Sirah hanya meraih 4 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 15 kekalahan. Catatan tersebut membuat mereka terpuruk di dasar klasemen Super League.
Meski demikian, peluang untuk selamat dari degradasi masih terbuka. Persaingan di zona bawah cukup ketat, dengan selisih poin yang tipis antara beberapa tim.
Dengan 10 pertandingan tersisa, Semen Padang berharap kehadiran Imran Nahumarury mampu menjadi titik balik untuk menyelamatkan musim mereka. (psn/net)
Editor : Petrus