LANGKAH Persib Bandung di panggung internasional tidak hanya dilakukan lewat pertandingan di lapangan, tetapi juga melalui jalur diplomasi olahraga.
Klub berjuluk Maung Bandung itu terus membangun jejaring global dengan berbagai pihak internasional sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengembangan klub dan industri olahraga.
Momentum Idulfitri 1447 H menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan tersebut.
Persib mendapat undangan silaturahmi dari Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Fabien Penone, dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta, Selasa (24/3/2026).
Pertemuan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi simbol hubungan yang semakin erat antara Persib dan Prancis.
Melalui pertemuan ini, Persib menegaskan ambisinya untuk menjadi klub yang tidak hanya berprestasi di dalam negeri, tetapi juga memiliki koneksi internasional yang kuat.
Diplomasi olahraga dinilai menjadi jembatan penting untuk membuka peluang kerja sama di berbagai bidang, mulai dari pengembangan pemain hingga industri olahraga.
Silaturahmi Diplomatik dan Penguatan Jejaring Internasional
Pertemuan antara Persib dan Kedutaan Besar Prancis berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Agenda ini menjadi bagian dari upaya Persib membangun kolaborasi lintas negara melalui pendekatan budaya, komunitas, dan pengembangan industri olahraga.
Chief Executive Officer PT Persib Bandung Bermartabat, Glenn T. Sugita, hadir bersama pelatih Bojan Hodak serta dua pemain asal Prancis, Layvin Kurzawa dan Andrew Jung.
Turut hadir pula Wali Kota Bandung M. Farhan yang memperkuat makna pertemuan sebagai kolaborasi antara klub, pemerintah, dan komunitas internasional.
Glenn Sugita menyampaikan bahwa hubungan Persib dan Prancis sebenarnya telah dibangun sejak beberapa tahun lalu dan kini mulai menunjukkan hasil nyata, salah satunya melalui kehadiran pemain asal Prancis di skuad Persib.
Kehadiran Pemain Prancis Jadi Jembatan Kerja Sama
Menurut Bojan Hodak, keberadaan pemain asal Prancis di Persib bukan hanya soal kebutuhan tim, tetapi juga bisa menjadi jembatan hubungan antara kedua negara, khususnya dalam bidang sepak bola dan pengembangan pemain.
Ia menilai hubungan pertemanan seperti ini sering menjadi awal dari kerja sama yang lebih besar, baik dalam bentuk pertukaran pemain, pelatih, maupun pengetahuan sepak bola.
Sementara itu, Layvin Kurzawa mengaku terkesan dengan sambutan masyarakat Indonesia, khususnya Bobotoh.
Ia merasa sangat diterima dan ingin membalasnya dengan memberikan performa terbaik di lapangan.
Kedutaan Prancis Dorong Kerja Sama Sepak Bola Indonesia–Prancis
Duta Besar Fabien Penone menegaskan bahwa olahraga, khususnya sepak bola, memiliki peran strategis dalam mempererat hubungan bilateral antara Prancis dan Indonesia.
Kerja sama yang telah berjalan melibatkan berbagai pihak, termasuk PSSI, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Institut Français d'Indonésie.
Salah satu program kerja sama yang tengah berjalan adalah pengiriman pemuda Indonesia untuk belajar di pusat pelatihan sepak bola nasional Prancis, Clairefontaine.
Program ini diharapkan dapat membantu pengembangan pemain muda Indonesia ke depan.
Selain sepak bola pria, kerja sama juga akan diperluas ke sepak bola putri, pengembangan pelatih, serta kolaborasi industri olahraga dan bisnis olahraga.
Persib Bukan Sekadar Klub, Tapi Representasi Indonesia
Melalui langkah diplomasi olahraga ini, Persib menegaskan posisinya bukan hanya sebagai klub sepak bola, tetapi juga sebagai representasi Bandung dan Indonesia dalam membangun koneksi global.
Pendekatan diplomasi olahraga yang dilakukan Persib menunjukkan bahwa sepak bola tidak hanya tentang pertandingan, tetapi juga tentang hubungan antarnegara, budaya, pendidikan, dan industri.
Ke depan, langkah seperti ini berpotensi membuka peluang lebih besar bagi klub Indonesia untuk dikenal di tingkat internasional. (psn/net)
Editor : Petrus