PERSIAPAN serius dilakukan Persis Solo untuk menghadapi lanjutan kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Laskar Sambernyawa memilih menggelar pemusatan latihan atau Training Center (TC) di Yogyakarta guna memaksimalkan kondisi tim setelah jeda kompetisi dan libur hari raya.
TC yang berlangsung pada 25 hingga 28 Maret 2026 ini menjadi momen penting bagi Persis untuk mengembalikan kebugaran, kekompakan, serta sentuhan permainan tim sebelum melakoni laga penting melawan PSM Makassar.
Pertandingan ini diprediksi menjadi salah satu laga krusial dalam perjuangan Persis menjauh dari zona merah.
Dengan tren positif yang mulai terbentuk pada putaran kedua, Persis datang dengan kepercayaan diri baru.
Namun, sembilan pertandingan tersisa musim ini akan menjadi penentu nasib mereka, sehingga setiap poin menjadi sangat berharga dalam upaya bertahan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Fokus Kembalikan Kebugaran Pemain
Asisten pelatih Persis, Milos Durovic, menjelaskan bahwa pemusatan latihan ini difokuskan untuk mengembalikan kondisi fisik pemain setelah libur singkat.
Tim pelatih sebelumnya memberikan waktu istirahat selama lima hari kepada para pemain sebelum kembali menjalani program latihan intensif.
Menurut Milos, mini camp ini dirancang agar para pemain bisa kembali ke kondisi terbaiknya dan siap menjalani sisa pertandingan musim ini yang semakin berat dan kompetitif.
Matangkan Teknik dan Taktik Tim
Selain menggenjot kebugaran, Persis juga memanfaatkan TC di Yogyakarta untuk mematangkan aspek teknis dan taktikal permainan.
Tim pelatih ingin meningkatkan performa tim secara menyeluruh, termasuk memperbaiki koordinasi dan kekompakan antarpemain.
Program latihan selama TC diharapkan mampu mengembalikan ritme permainan Persis yang sempat terhenti akibat jeda kompetisi dan libur hari raya.
Duel Krusial Kontra PSM
Persis dijadwalkan menghadapi PSM Makassar pada pekan ke-26 BRI Super League di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare.
Laga ini menjadi sangat penting karena jarak poin kedua tim di klasemen tidak terpaut jauh.
Saat ini Persis berada di peringkat ke-15 dengan 20 poin, sementara PSM berada di peringkat ke-13 dengan selisih empat poin.
Kemenangan dalam laga ini bisa menjadi momentum besar bagi Persis untuk keluar dari tekanan papan bawah.
Sembilan Laga Penentuan Nasib
Persis masih memiliki sembilan pertandingan tersisa musim ini yang akan sangat menentukan posisi mereka di klasemen akhir.
Rangkaian laga tersebut akan terbagi menjadi dua tantangan besar, yakni menghadapi tim dengan kekuatan seimbang dan melawan tim papan atas.
Karena itu, TC di Yogyakarta ini bukan sekadar latihan biasa, tetapi menjadi bagian penting dari persiapan Persis untuk memastikan mereka tetap bertahan di kompetisi musim depan.
Dengan persiapan yang matang, Laskar Sambernyawa berharap bisa melanjutkan tren positif dan mengamankan posisi dari ancaman degradasi. (psn/net)
Editor : Petrus