KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Persita Tangerang akan melawat ke Gelora Bung Tomo untuk menghadapi Persebaya Surabaya, Sabtu malam (4/4/2026), live Indosiar.
Kedua pelatih dari kedua tim masing-masing memuji kekuatan lawan saat konferensi pers jelang laga.
Lanjutan BRI Super League 2025/2026 pekan ke-26 itu diprediksi berjalan sengit.
Kedua tim sama-sama mengusung ambisi besar di fase krusial kompetisi, yakni merangsek ke papan atas untuk mendapatkan slot tiket ke kompetisi Asia.
Pelatih Persita Carlos Pena menyanjung Persebaya.Menurut dia, Persebaya merupakan tim yang bagus, meskipun kalah telak dari Borneo FC pada laga sebelumnya dan itu tidak mencerminkan kekuatan sebenarnya tuan rumah.
"Pertandingan besok akan berlangsung ketat pastinya,” kata Carlos, Jumat (3/4/2026).
Ia mengatakan Persebaya tetap tim kuat dengan kualitas pemain yang merata dan dukungan penuh suporter bonek dan bonita jika bermain di kandang.
“Menurut saya, itu bukan wajah Persebaya yang sebenarnya,” ucapnya.
Carlos menilai Persebaya unggul dalam transisi permainan cepat, terutama saat bermain di kandang dengan dukungan suporter yang besar.
Tak hanya itu, menurut dia, dengan bermain di kandang, Persebaya tidak pernah mudah bagi tim mana pun, namun Persita datang dengan modal positif dari beberapa pertandingan terakhir.
Mewaspadai Serangan Cepat Persita
Sementara itu, Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, secara tegas mengingatkan anak asuhnya untuk mewaspadai kekuatan utama lawan.
Ia menyoroti kemampuan Persita Tangerang dalam melakukan transisi cepat yang kerap menjadi senjata mematikan.
“Persita merupakan tim dengan kualitas pemain yang merata dan berbahaya dalam berbagai skema permainan, terutama saat melakukan transisi menyerang dan dan memanfaatkan bola mati. Mereka sangat agresif saat kehilangan bola dan cepat melakukan transisi menyerang,” kata Bernardo.
Menurut pelatih asal Portugal itu, ancaman Persita Tangerang tidak hanya datang dari satu dua pemain saja. Hampir seluruh lini memiliki potensi menciptakan peluang, termasuk lewat tembakan jarak jauh dan penyelesaian akhir yang efektif.
Kondisi tersebut membuat Persebaya Surabaya tidak bisa hanya fokus pada pemain tertentu. Pendekatan kolektif dinilai menjadi kunci untuk meredam agresivitas tim berjuluk Pendekar Cisadane itu.
Selain itu, Bernardo juga melihat kepercayaan diri Persita Tangerang tengah berada di level tinggi. Hasil positif dalam beberapa pertandingan terakhir membuat mereka berani bermain terbuka, bahkan saat bertandang.(*)
Editor : Agus Pramono