KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Persija Jakarta menghadapi momen-momen buruk dalam tiga laga terakhir Super League 2025/2026.
Tak ada tiga poin diraih. Jarak dengan sang pemuncak klasemen, Persib Bandung pun berjarak 9 poin. Persebaya, yang menjadi lawan berikutnya, bertekad akan menambah penderitaan Macan Kemayoran, julukan Persija.
Tiga laga terakhir Persija, imbang 2-2 melawan Borneo FC di kandang dan Dewa United 1-1. Lalu, laga pekan ke 26 harus kalah secara dramatis dengan tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor 3-2. Apakah ini menjadi keuntungan Persebaya?
”Pertandingan melawan Persija selalu sulit. Mereka tim kuat dan sedang bersaing di papan atas. Tentu mereka juga membutuhkan kemenangan. Tapi kami datang dengan tujuan yang sama, yaitu berusaha meraih tiga poin,” kata Pelatih Persebaya Bernardo Tavares, Selasa (7/4/2026).
Di balik kewaspadaan tersebut, Tavares ternyata telah mengantongi sejumlah kelemahan krusial yang bisa dimanfaatkan anak asuhnya.
Analisis mendalam dari pertandingan terakhir Persija Jakarta mengungkap celah yang cukup mencolok, terutama di sektor pertahanan dan lini tengah.
”Ini menjadi latihan pertama kami setelah pertandingan terakhir melawan Persita. Kami sudah mulai menganalisis Persija. Mereka adalah tim yang kuat dan berhasil menang 3-1 pada pertemuan pertama,” jelas Bernardo Tavares.
Konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah utama bagi tim besutan Mauricio Souza. Manajemen kini menaruh harapan besar agar seluruh elemen di dalam tim mampu merespons situasi ini dengan sikap pejuang.
Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, menegaskan bahwa manajemen sangat kecewa dengan hasil yang didapat oleh Rizky Ridho dkk.
Situasi ini tentu membuat target menuju gelar di akhir Super League 2025/2026 menjadi lebih sulit karena hanya tersisa delapan pertandingan.
“Manajemen sangat menyayangkan tiga laga terakhir dilewati tanpa kemenangan. Walaupun tidak mudah, secara hitungan poin segala kemungkinan masih bisa terjadi,” kata Bepe, sapaan akrab Bambang Pamungkas.(*)
Editor : Agus Pramono