NAMA Fadly Alberto Hengga kembali menjadi perbincangan hangat publik sepak bola Tanah Air.
Namun kali ini, sorotan tidak datang dari aksi gemilang atau torehan golnya di lapangan, melainkan dari insiden kontroversial yang viral di media sosial.
Aksi tendangan “kungfu” yang terjadi dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 langsung memicu gelombang reaksi keras dari warganet dan pecinta sepak bola Indonesia.
Ironisnya, Fadly sebelumnya dikenal sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan.
Ia bahkan sempat mendapat sorotan dari FIFA sebagai pemain berpotensi bersinar di level global.
Kini, reputasi yang tengah dibangun justru berada di ujung tanduk akibat satu momen emosional yang berujung kontroversi besar.
Insiden Panas Usai Laga Bhayangkara vs Dewa United
Kericuhan terjadi dalam laga antara Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United U-20 pada pekan ke-32 EPA U-20 2025/2026 di Stadion Citarum, Minggu (19/4/2026).
Pertandingan sendiri berlangsung sengit dan berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Dewa United U-20.
Gol kemenangan dicetak oleh Abu Thalib dan Kelvin Ananda Hairulis, sementara Bhayangkara hanya mampu membalas lewat Aqilah Lissunah.
Namun, hasil pertandingan justru menjadi latar dari drama yang lebih besar.
Tendangan “Kungfu” Picu Kehebohan
Situasi memanas setelah peluit panjang dibunyikan. Adu argumen antar pemain dan ofisial berubah menjadi kericuhan terbuka.
Di tengah kekacauan tersebut, seorang pemain Bhayangkara FC U-20 berlari dan melancarkan tendangan keras ke arah kepala pemain lawan.
Korban langsung terjatuh dan harus mendapatkan pertolongan di lapangan.
Video insiden itu dengan cepat menyebar luas di media sosial dan memancing kecaman publik.
Tak lama kemudian, nama Fadly Alberto disebut sebagai sosok yang terlibat dalam aksi berbahaya tersebut.
Cek videonya di sini:
https://www.instagram.com/reel/DXUVCOzkeqw/?igsh=eDBqcWZzeHdkcWZx
Dari Wonderkid ke Sorotan Negatif
Sebelum insiden ini, Fadly dikenal sebagai striker muda potensial yang pernah menjadi andalan Timnas Indonesia kelompok usia.
Ia tampil impresif di Piala Asia U-17 2025 dan ikut membawa Indonesia meraih kemenangan penting atas Korea Selatan serta Yaman.
Bahkan, FIFA memasukkan namanya dalam daftar pemain muda yang layak diperhatikan di ajang internasional.
Pelatih Timnas U-17, Nova Arianto, juga pernah memuji kemampuannya sebagai pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan.
Ancaman Sanksi Berat dari PSSI
Kini, sorotan tertuju pada PSSI, khususnya Komite Disiplin (Komdis), yang berpotensi menjatuhkan sanksi tegas.
Dalam regulasi sepak bola, tindakan kekerasan seperti ini bisa berujung hukuman berat, mulai dari larangan bermain hingga sanksi jangka panjang.
Selain itu, pihak klub Bhayangkara FC juga kemungkinan akan melakukan evaluasi internal terhadap sang pemain.
Pelajaran Penting untuk Sepak Bola Usia Muda
Insiden ini menjadi pengingat penting bahwa pengendalian emosi adalah bagian krusial dalam sepak bola profesional, terutama bagi pemain muda.
Banyak kasus serupa menunjukkan bahwa tindakan indisipliner dapat merusak karier yang sedang berkembang.
Kasus Fadly Alberto bukan sekadar kontroversi sesaat, melainkan cerminan tantangan dalam membangun karakter dan mental atlet muda di Indonesia.
Publik kini menunggu langkah tegas demi menjaga integritas kompetisi usia muda dan masa depan sepak bola nasional. (psn/net)
Editor : Petrus