Timnas Putri Indonesia menelan kekalahan 0-2 dari Singapura pada laga pembuka Women's Garuda Championship Series 2026. Pelatih Satoru Mochizuki meminta maaf kepada suporter dan mengungkap penyebab kekalahan Garuda Pertiwi.
TIMNAS Putri Indonesia mengawali kiprahnya di Women's Garuda Championship Series 2026 dengan hasil mengecewakan. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion SPOrT Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, Rabu (3/6/2026) malam, Garuda Pertiwi harus mengakui keunggulan Singapura dengan skor 0-2.
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi skuad asuhan Satoru Mochizuki yang sebelumnya berharap memanfaatkan laga kandang untuk membangun kepercayaan diri dan menguji kekuatan jelang agenda internasional berikutnya.
Dua Gol Cepat Singapura Bikin Indonesia Tertekan
Timnas Putri Singapura tampil efektif sejak menit-menit awal pertandingan.
Setelah sempat mengancam melalui tembakan jarak jauh pada menit kedua, tim tamu akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-10.
Penyerang andalan Singapura, Danelle Tan Li Em Ern, melepaskan tembakan keras yang gagal diantisipasi kiper Alleana Ayu. Gol tersebut membuat Indonesia tertinggal 0-1.
Garuda Pertiwi mencoba merespons melalui serangan yang dibangun Estella Loupatty dan Rosdilah Nurrohmah. Namun upaya mereka belum membuahkan hasil.
Petaka kembali datang pada menit ke-22. Nicole Lim Yanxiu mencetak gol kedua Singapura lewat tendangan voli keras yang menggetarkan gawang Indonesia.
Skor berubah menjadi 0-2 dan bertahan hingga turun minum.
Peluang Emas Rosdilah Gagal Berbuah Gol
Meski tertinggal dua gol, Indonesia tidak menyerah begitu saja.
Tim asuhan Satoru Mochizuki terus berusaha menekan pertahanan Singapura untuk memperkecil ketertinggalan.
Peluang terbaik hadir menjelang akhir babak pertama.
Rosdilah Nurrohmah berhasil lolos dan berhadapan satu lawan satu dengan kiper Singapura, Nur Izzarida Shaira.
Sayangnya, sontekan Rosdilah masih mampu digagalkan sang penjaga gawang.
Kegagalan memanfaatkan peluang emas tersebut menjadi salah satu momen krusial yang membuat Indonesia gagal bangkit sepanjang pertandingan.
Masuknya Pemain Diaspora Belum Mampu Mengubah Keadaan
Memasuki babak kedua, Mochizuki melakukan sejumlah perubahan. Kiper utama Iris de Rouw dimasukkan menggantikan Alleana Ayu.
Selain itu, Isabelle Nottet dan Pauline Van de Pol juga mendapat kesempatan bermain untuk menambah kreativitas permainan.
Penyerang andalan Isa Warps turut dimainkan pada pertengahan babak kedua guna mempertajam lini depan Garuda Pertiwi.
Meski sejumlah pemain diaspora sudah diturunkan, Indonesia tetap kesulitan membongkar pertahanan rapat Singapura yang memilih bermain lebih defensif setelah unggul dua gol.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol yang tercipta dari kedua tim.
Singapura pun memastikan kemenangan 2-0 atas Indonesia.
Mochizuki Akui Tim Kehilangan Ritme Permainan
Usai pertandingan, pelatih Timnas Putri Indonesia Satoru Mochizuki tidak menyembunyikan rasa kecewanya.
Pelatih asal Jepang itu bahkan menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung yang hadir langsung di stadion.
“Saya ingin meminta maaf dan merasa sangat sedih karena walaupun bermain di kandang sendiri, kami kalah dalam pertandingan hari ini,” ujar Mochizuki.
Menurutnya, salah satu penyebab utama kekalahan adalah kegagalan tim menemukan ritme permainan sejak awal pertandingan.
“Kalau dilihat dari latihan terakhir, pemain sebenarnya sudah bisa bermain dan membawa bola dengan baik.
Tetapi hari ini kami kesulitan memulai pertandingan untuk mendapatkan ritme yang bagus,” jelasnya.
Mochizuki menambahkan bahwa ketika sebuah tim kehilangan ritme permainan, akan sangat sulit untuk kembali mengendalikan jalannya laga.
Fokus Bangkit Saat Hadapi Kamboja
Kekalahan dari Singapura menjadi evaluasi penting bagi Garuda Pertiwi.
Mochizuki menilai pertandingan internasional seperti ini sangat berharga untuk menambah pengalaman para pemain muda Indonesia.
“Kami ingin memberikan pengalaman bermain kepada para pemain. Bukan hanya melalui latihan atau uji coba, tetapi melalui pertandingan internasional seperti ini mereka bisa berkembang lebih baik,” pungkasnya.
Timnas Putri Indonesia kini harus segera berbenah karena masih memiliki satu laga tersisa di Women's Garuda Championship Series 2026.
Garuda Pertiwi dijadwalkan menghadapi Kamboja di Stadion SPOrT Jabar, Arcamanik, Bandung, pada Selasa (9/6/2026), dengan target meraih kemenangan perdana di turnamen tersebut. (psn/net)
Editor : Petrus