PALANGKA RAYA- Stadion Tuah Pahoe hampir dipastikan akan menjadi kandang atau markas dari klub Adhyaksa Banten FC, yang kini berubah nama menjadi Adhyaksa Kalteng FC dalam mengarungi kompetisi Super League Musim 2026/2027.
Stadion yang terletak di Jalan Tjilik Riwut Km 5 Palangka Raya ini sudah lama nganggur selepas Kalteng Putra, klub kebanggaan masyarakat Bumi Tambun Bungai ini bubar.
Pantauan kaltengpos.jawapos.com pada Selasa (23/6/2026), pihak Adhyaksa FC sudah melakukan supervisi ke stadion. Pihak Pemerintah Provinsi Kalteng juga tampak melakukan perbaikan atas kekurangan dari fasilitas stadion.
Tampak kursi stadion mulai dibenahi. Rumput dirawat agar hijau dan kontur tanahnya tidak keras. Lalu, fasilitas pendukung seperti tembok, dan pagar juga dipercantik.
Hadirnya klub profesional yang berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia menjadi momentum penting bagi kebangkitan sepak bola daerah, sekaligus membuka ruang pembinaan lebih terstruktur bagi generasi muda Kalteng.
“Kami berharap seluruh masyarakat dan suporter di Kalteng dapat memberikan dukungan penuh sehingga sepak bola daerah ini semakin maju dan berprestasi,” ucap Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran.
Langsung Dapat Sponsor Utama
Adhyaksa Kalteng FC tak hanya mendapat restu dari Pemerintah Provinsi Kalteng, kehadirannya langsung mendapat sponsor utama, yakni Bank Kalteng. Perjanjian kerja sama sudah dilakukan pada Senin (22/6/2026).
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Direktur Utama Bank Kalteng, Maslipansyah, dan Presiden Club Adhyaksa Kalteng FC, Eko Setyawan, di Gedung Kantor Pusat Bank Kalteng.
Kerja sama ini merupakan bentuk kolaborasi antara dunia perbankan dan olahraga yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan prestasi sepak bola, tetapi juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kalimantan Tengah.
Direktur Utama Bank Kalteng, Maslipansyah, menyampaikan bahwa dukungan yang diberikan merupakan bagian dari upaya Bank Kalteng untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui sektor olahraga yang memiliki daya ungkit sosial dan ekonomi yang besar.
"Sepak bola memiliki kemampuan menyatukan masyarakat sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi.
Arema dan Persebaya Tak Pernah Menang
Stadion Tuah Pahoe mempunyai daya magisnya saat digunakan jadi kandang Kalteng Putra saat mengarungi Liga 1 tahun 2029 lalu.
Kapasitas stadion yang merupakan aset dari Pemprov Kalteng itu bisa menampung sekitar 10.000 hingga 15.000 penonton.
Tuah Pahoe diambil dari nama Ir Tuah Pahoe, Wali Kota Palangka Raya periode 2003–2008.
Lapangan sepak bola dengan tribun duduk untuk penonton di VIP. Lalu ada lintasan lari, serta gedung olahraga (GOR) indoor di kawasan yang sama.
Tim besar seperti Persebaya dan Arema belum pernah membawa pulang 3 poin saat bertandang ke Stadion Tuah Pahoe. Pada 13 September 2019, Persebaya hanya membawa pulang 1 poin usai bermain imbang 1-1.
Gol Persebaya dicetak Osvaldo Haay setelah menerima umpan Oktafianus Fernando pada menit ke-14. Namun, keunggulan Bajul Ijo hanya bertahan 15 menit karena Kalteng Putra membalas lewat Diogo Campos (29’).
Nasib tragis dialami Arema FC. Tim kebanggaan kera-kera Ngalam itu dibabat dengan skor 4-2 dalam lanjutan Liga 1 2019 7 Agustus 2019.(*)
Editor : Agus Pramono