Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Belum Apa-apa, Adhyaksa FC Kena Sanksi FIFA Jelang Super League 2026/2027, Terancam Tak Bisa Daftarkan Pemain Baru

Agus Pramono • Rabu, 8 Juli 2026 | 20:09 WIB

 

Pemain Adhyaksa FC. Saat ini tim promosi Super League ini disanksi FIFA.(Instagram)
Pemain Adhyaksa FC. Saat ini tim promosi Super League ini disanksi FIFA.(Instagram)

 

PALANGKA RAYA – Kabar kurang menggembirakan datang dari Adhyaksa FC yang diproyeksikan bermarkas di Kalimantan Tengah untuk menghadapi Super League 2026/2027.

Klub promosi tersebut resmi masuk dalam daftar klub yang dijatuhi registration ban atau larangan mendaftarkan pemain baru oleh FIFA.

Dengan demikian, Adhyaksa FC menjadi klub Super League terbaru yang menerima sanksi dari federasi sepak bola dunia itu, menyusul PSM Makassar dan Persib Bandung yang lebih dulu tercantum dalam daftar FIFA Registration Bans.

Berdasarkan tangkapan layar laman FIFA Registration Bans yang diperoleh redaksi, Adhyaksa Farmel FC tercatat sebagai klub asal Indonesia di bawah naungan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Sanksi tersebut mulai berlaku pada 6 Juli 2026 untuk tim putra dengan durasi tiga periode registrasi pemain.

Dalam regulasi FIFA, klub yang dijatuhi registration ban tidak diperbolehkan mendaftarkan pemain baru selama masa hukuman masih berlangsung.

Larangan itu mencakup pendaftaran pemain di level nasional maupun internasional, baik pemain amatir maupun profesional.

Hingga kini, manajemen Adhyaksa FC belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab dijatuhkannya sanksi tersebut maupun langkah yang akan ditempuh untuk menyelesaikan persoalan tersebut. 

Padahal, sebelumnya Presiden Adhyaksa FC, Eko Setyawan, telah menyampaikan rencana besar untuk memindahkan markas klub ke Kalimantan Tengah sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan sepak bola nasional.

"Kerja sama ini merupakan bentuk nyata pemerataan pembangunan sepak bola nasional. Saya melihat Kalimantan Tengah merupakan provinsi besar yang membutuhkan kehadiran klub profesional agar pembinaan sepak bola akar rumput (grassroot) memiliki tujuan dan jenjang yang jelas ke depannya," ujar Eko.

Di tengah kabar sanksi tersebut, aktivitas klub di bursa transfer tetap menjadi perhatian. 

Adhyaksa FC dikabarkan tengah mengincar bek asal Brasil, Leo Lelis, untuk memperkuat lini pertahanan menghadapi musim baru.

 

Rumor kepindahan pemain tersebut mulai beredar di sejumlah kanal bursa transfer dan juga tercantum dalam laman Transfermarkt. 

Apabila transfer itu terealisasi, Adhyaksa FC akan mendapatkan bek tengah yang telah berpengalaman di kompetisi sepak bola Indonesia dan dinilai memahami karakter permainan di Liga Indonesia.

Namun, rencana perekrutan pemain anyar tersebut berpotensi terkendala apabila sanksi larangan registrasi dari FIFA belum dicabut.

Sesuai aturan yang berlaku, klub yang masih menjalani registration ban tidak dapat mendaftarkan pemain baru hingga seluruh kewajiban yang menjadi dasar pemberian sanksi diselesaikan dan larangan resmi dicabut oleh FIFA.

Dengan kompetisi Super League 2026/2027 yang semakin dekat, publik kini menantikan langkah manajemen Adhyaksa FC dalam menyelesaikan persoalan tersebut agar persiapan tim tidak terganggu, terlebih jika rencana menjadikan Kalimantan Tengah sebagai kandang baru benar-benar terealisasi. 

Umumnya, sanksi semacam ini dijatuhkan akibat sengketa administratif atau kewajiban finansial yang belum dipenuhi klub. Sebaiknya informasi ini ditambahkan setelah ada keterangan resmi dari FIFA atau pihak Adhyaksa FC agar pemberitaan tetap berimbang.(*)

Editor : Agus Pramono
#adhyaksa kalteng fc #adhyaksa sanksi fifa #adhyaksa fc #Super League