Rivera Kembali Jadi yang Terbaik, Persebaya Punya Modal Besar Tatap Super League 2026/27

Petrus • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 10:05 WIB
Gelandang Persebaya Francisco Rivera kembali menorehkan prestasi individu usai membawa Bajul Ijo juara Piala Presiden 2026. Dua pencapaian itu menjadi suntikan besar untuk menghadapi ketatnya persaingan Super League 2026/27. (Sumber: Instagram @cachisrivera)
Gelandang Persebaya Francisco Rivera kembali menorehkan prestasi individu usai membawa Bajul Ijo juara Piala Presiden 2026. Dua pencapaian itu menjadi suntikan besar untuk menghadapi ketatnya persaingan Super League 2026/27. (Sumber: Instagram @cachisrivera)

Francisco Rivera menjadi pemain terbaik Piala Presiden 2026. Gelar tersebut menambah kepercayaan diri Persebaya menghadapi Super League 2026/27.

 

PEMAIN Persebaya Surabaya Francisco Rivera kembali menorehkan prestasi individu di sepak bola Indonesia.

Gelandang serang asal Meksiko tersebut dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Presiden 2026 setelah membantu Bajul Ijo meraih gelar juara.

Penghargaan tersebut menjadi gelar individu kedua Rivera selama berkarier di Indonesia. Sebelumnya, pemain berusia 31 tahun itu pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga 1 2023/2024.

Kini, trofi Piala Presiden 2026 menjadi tambahan motivasi bagi Rivera untuk menatap persaingan Super League 2026/2027.

 

Rivera Lengkapi Koleksi Gelar Individu

Rivera menutup perjalanan Persebaya di Piala Presiden 2026 dengan catatan istimewa.

Selain ikut membawa Bajul Ijo menjadi juara, ia juga mendapatkan penghargaan sebagai pemain terbaik turnamen.

Persebaya memastikan gelar juara setelah mengalahkan Persib Bandung melalui adu penalti dengan skor 6-5 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026).

Pertandingan berlangsung sengit. Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga 120 menit, sebelum Persebaya akhirnya keluar sebagai pemenang melalui drama adu penalti.

Rivera menjadi salah satu pemain yang konsisten mengawal perjalanan Persebaya sejak fase grup.

Perannya sebagai penghubung lini tengah dan depan membuat permainan Green Force tetap hidup sepanjang turnamen.

“Penghargaan ini sangat penting bagi saya. Saya selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk tim dan membantu kami mencapai target yang sudah ditetapkan,” kata Rivera, dikutip dari persebaya.id.

 

Bukan Sekadar Prestasi Pribadi

Meski menerima penghargaan individu, Rivera tidak menganggap kesuksesan tersebut sebagai pencapaian pribadi semata.

Ia menilai penghargaan itu tidak lepas dari kerja keras seluruh pemain dan staf Persebaya.

“Saya tentu senang dengan penghargaan ini, tetapi saya tidak melihatnya sebagai pencapaian pribadi.

Saya bisa mendapatkannya karena bantuan seluruh rekan setim,” ujarnya.

Trofi Piala Presiden juga memiliki makna khusus bagi Rivera.

Gelar tersebut menjadi trofi pertamanya selama berkarier di Indonesia, sekaligus mengantarkan Persebaya meraih gelar Piala Presiden untuk pertama kalinya.

 

Modal Hadapi Super League

Keberhasilan di Piala Presiden 2026 menjadi modal penting bagi Persebaya sebelum menghadapi kompetisi musim 2026/2027.

Rivera menyadari persaingan di Super League akan jauh lebih panjang dan berat.

Menurutnya, keberhasilan di turnamen pramusim harus menjadi pemicu bagi seluruh pemain untuk bekerja lebih keras.

“Jelas, trofi ini memberikan kepercayaan diri lebih kepada kami. Kami tahu memiliki tim yang bagus.

Namun, kami harus bekerja lebih keras lagi untuk mencapai target yang kami inginkan,” tegas Rivera.

Persebaya sendiri memasang target tinggi pada musim depan, yakni menjadi juara Super League 2026/2027.

Target tersebut diharapkan semakin istimewa karena bertepatan dengan momentum 100 tahun berdirinya klub.

 

Tavares Jaga Identitas Persebaya

Selain memperkuat skuad dengan pemain berkualitas, pelatih Bernardo Tavares juga ingin Persebaya tetap memiliki identitas kuat sebagai klub asal Surabaya.

Tavares menaruh perhatian terhadap keberadaan pemain lokal yang memahami budaya dan nilai-nilai Bajul Ijo.

Salah satu pemain yang mendapat sorotan adalah Dicky Kurniawan, produk Akademi Persebaya yang kembali memperkuat klub.

“Kami melihat potensi besar dalam dirinya.

Tugas kami sekarang adalah membantu proses perkembangannya agar bisa menjadi pemain yang lebih matang dan memberikan kontribusi yang lebih besar untuk tim,” kata Tavares, sebagaimana dikutip dari ileague.id.

Menurutnya, pemain asli Surabaya memiliki peran penting karena memahami arti lambang Persebaya yang mereka kenakan.

“Menjelang usia 100 tahun Persebaya, kami ingin memiliki pemain yang benar-benar memahami arti lambang yang mereka kenakan,” sambungnya.

 

Rivera dan Persebaya Kejar Target Besar

Nama Ricky Pratama juga kembali mendapat kepercayaan Tavares.

Pelatih asal Portugal itu menilai Ricky memiliki kemampuan bermain di beberapa posisi dan masih menyimpan potensi untuk berkembang.

Persebaya kini melanjutkan persiapan sebelum kompetisi resmi bergulir.

Green Force dijadwalkan menghadapi Penang FC dalam laga internasional di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (15/8/2026).

Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Rivera dan rekan-rekannya untuk menjaga momentum sekaligus mematangkan persiapan.

Dengan kepercayaan diri setelah menjuarai Piala Presiden, Persebaya kini membidik target yang lebih besar: mengakhiri Super League 2026/2027 sebagai juara sekaligus menghadirkan kado istimewa untuk ulang tahun ke-100 klub. (*)

Editor : Petrus
super league 2026/2027 jadi yang terbaik modal besar Francisco Rivera persebaya