PSIM Yogyakarta resmi menutup bursa pemain asing setelah mendatangkan winger Kosta Rika Marvin Loria. Kini Laskar Mataram memiliki 11 legiun asing untuk Super League 2026/2027.
PSIM Yogyakarta resmi menuntaskan aktivitas perekrutan pemain asing untuk menghadapi Super League 2026/2027.
Winger asal Kosta Rika, Marvin Antonio Loria Leiton, menjadi pemain terakhir yang didatangkan Laskar Mataram untuk memperkuat skuad menghadapi kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Kedatangan Marvin Loria sekaligus membuat PSIM memiliki 11 pemain asing dalam komposisi tim musim ini.
Manajemen memastikan tidak akan ada lagi perekrutan pemain baru dan kini mengalihkan fokus sepenuhnya pada persiapan tim sebelum Super League 2026/2027 dimulai pada 4 September mendatang.
Marvin Loria Lengkapi Kekuatan PSIM
Marvin Loria lahir pada 24 April 1997 dan memiliki pengalaman bermain di sejumlah kompetisi sebelum datang ke Indonesia.
Pemain berusia 29 tahun tersebut pernah memperkuat klub-klub di Kosta Rika dan Amerika Serikat, serta sempat menjalani karier bersama Benfica B di Portugal.
Manajer PSIM, Iksan Mahar, menyebut kedatangan Loria menjadi bagian terakhir dari proses pembentukan skuad musim 2026/2027.
Setelah sang winger bergabung, manajemen tidak lagi mencari pemain baru.
"Marvin Loria ibarat pelengkap puzzle skuad PSIM jelang musim 2026/27.
Kedatangannya mengakhiri aktivitas kami mendatangkan pemain baru jelang Super League bergulir per 4 September mendatang," ujar Iksan, Sabtu (8/8/2026).
Punya Banyak Peran di Lini Serang
PSIM mendatangkan Loria bukan hanya untuk menambah kedalaman sektor sayap.
Fleksibilitas menjadi salah satu alasan utama manajemen merekrut pemain Kosta Rika tersebut.
Loria dapat menjalankan beberapa peran di area penyerangan sehingga memberikan opsi tambahan bagi pelatih Jean-Paul van Gastel.
Kemampuan tersebut diharapkan membuat PSIM memiliki lebih banyak variasi ketika membangun serangan.
"Loria amat diharapkan menjadi penyeimbang lini serang di sisi sayap.
Pengalaman Loria juga dapat menjadi teladan bagi pemain-pemain lokal yang berposisi serupa dengan dirinya," kata Iksan.
PSIM Punya 11 Legiun Asing
Dengan masuknya Loria, PSIM kini memiliki total 11 pemain asing.
Enam di antaranya merupakan pemain yang sudah menjadi bagian skuad sebelumnya, yakni Ze Valente, Ezequiel Vidal, Jop van der Avert, Yusaku Yamadera, Franco Ramos, dan Nermin Haljeta.
Sementara itu, empat pemain asing anyar yang lebih dulu bergabung adalah Ondrej Rudzan, Adrian Purzycki, Adrian Dalmau, dan Mauro Caballero.
Loria kemudian menjadi rekrutan asing ke-11 sekaligus yang terakhir.
Komposisi tersebut membuat PSIM memiliki pemain asing dengan latar belakang dari berbagai negara, termasuk Kosta Rika, Republik Ceko, Polandia, Spanyol, Paraguay, dan Portugal.
Van Gastel Kini Fokus Racik Tim
Setelah aktivitas transfer ditutup, tugas PSIM bergeser dari mencari pemain menjadi membangun kekompakan.
Van Gastel memiliki waktu untuk menyatukan pemain baru dan lama ke dalam sistem permainan yang disiapkan.
Kehadiran Loria memberikan tambahan alternatif bagi pelatih asal Belanda tersebut, khususnya ketika membutuhkan perubahan strategi di lini depan.
Kemampuannya bermain di beberapa posisi juga dapat dimanfaatkan untuk menyesuaikan komposisi tim selama pertandingan.
"Kemampuan Loria menempati beberapa posisi di sistem serangan, itu membuatnya jadi tambahan yang dapat bermanfaat bagi rencana taktik Coach Jean Paul," ujar Iksan.
Target PSIM Menatap Kompetisi
Dengan skuad yang dianggap sudah lengkap, PSIM kini memasuki tahap akhir persiapan menuju Super League 2026/2027.
Fokus tim akan diarahkan pada pematangan taktik, adaptasi pemain baru, serta membangun chemistry antarpemain.
Loria dan para legiun asing lainnya diharapkan dapat memberikan kontribusi maksimal bersama pemain lokal.
PSIM pun memiliki waktu hingga kompetisi dimulai 4 September untuk memastikan seluruh elemen tim mampu bekerja dalam satu sistem.
Bagi Laskar Mataram, penutupan aktivitas transfer menjadi awal dari tantangan berikutnya.
Bukan lagi soal mendatangkan pemain, melainkan bagaimana 11 legiun asing tersebut bisa memberikan dampak nyata bagi performa PSIM sepanjang musim. (*)
Sumber: jawapos.com
Editor : Petrus