PERSIJA Jakarta terus mematangkan persiapan menghadapi Super League 2026/2027 dengan menggelar pemusatan latihan selama 13 hari di Thailand, 10-23 Agustus 2026.
Sebanyak 28 pemain dibawa dalam agenda tersebut, termasuk sejumlah pemain yang baru menyelesaikan tugas bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
Training camp ini menjadi momentum penting bagi Shin Tae-yong untuk membangun fondasi permainan Persija.
Selain meningkatkan kondisi fisik, pelatih asal Korea Selatan itu juga berupaya menyatukan pemahaman taktik serta memperkuat chemistry antarpemain sebelum kompetisi resmi dimulai.
13 Hari Jadi Modal Persija
Persija memanfaatkan TC di Thailand untuk menggenjot persiapan secara lebih intensif.
Dengan waktu latihan yang terpusat, Shin Tae-yong memiliki kesempatan lebih luas untuk mengevaluasi kondisi pemain dan menentukan komposisi terbaik.
Kehadiran pemain yang sebelumnya membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 juga membuat agenda tersebut semakin penting.
Mereka harus kembali menyatu dengan rekan-rekannya sekaligus menyesuaikan diri dengan skema yang diterapkan Shin Tae-yong.
Shin Tae-yong Genjot Fisik Pemain
Program latihan Persija di Thailand berlangsung cukup berat.
Stjepan Loncar mengungkapkan bahwa tim menjalani dua sesi latihan setiap hari.
Sesi pagi biasanya berlangsung di gym untuk meningkatkan kekuatan fisik.
Setelah itu, pemain kembali berlatih di lapangan dengan materi sprint, penguasaan bola, hingga berbagai skema permainan.
“Latihan di Thailand ini sangat keras. Sebab, kami ada dua sesi latihan.
Pagi hari latihan di gym, dan sekarang latihan yang bagus dengan sprint, penguasaan bola, dan beberapa skema polygon. Jadi sangat berat,” kata Stjepan.
Meski menguras tenaga, gelandang asal Bosnia dan Herzegovina itu memilih menikmati setiap program yang diberikan tim pelatih.
Chemistry Jadi Perhatian Fabio
Selain persoalan fisik dan taktik, Persija juga menaruh perhatian terhadap kekompakan skuad.
Fabio Calonego menilai TC menjadi kesempatan penting bagi para pemain untuk semakin mengenal satu sama lain.
Menurutnya, hubungan yang semakin erat di dalam tim dapat membantu Persija membangun permainan yang lebih solid ketika kompetisi dimulai.
“Training camp ini adalah hal yang sangat positif.
Periode ini menjadi momen penting bagi kami untuk saling mengenal lebih jauh, membangun chemistry, dan yang terpenting, meningkatkan level performa kami sebagai sebuah tim,” ujar Fabio.
Bagi pemain asal Brasil tersebut, proses membangun chemistry tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.
Karena itu, setiap sesi latihan selama di Thailand menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama.
Persija Bidik Trofi Super League
Ambisi Persija pada musim 2026/2027 juga semakin jelas.
Fabio menyebut seluruh pemain memiliki tujuan yang sama, yakni membawa Macan Kemayoran meraih gelar juara.
“Saya yakin setiap anggota tim memiliki pemikiran dan tujuan yang sama. Semuanya demi satu target utama, yaitu meraih gelar juara di akhir musim,” tuturnya.
Fabio juga ingin memanfaatkan TC untuk meningkatkan kemampuan individu sekaligus memahami filosofi permainan Shin Tae-yong.
Ia berharap proses tersebut membuat kontribusinya semakin besar untuk Persija.
Brisbane Roar Jadi Tes Akhir
Setelah menyelesaikan TC di Thailand pada 23 Agustus, Persija dijadwalkan melanjutkan persiapan dengan menghadapi Brisbane Roar pada 29 Agustus 2026 dalam pertandingan bertajuk “Rise For Glory”.
Laga tersebut dapat menjadi ujian penting untuk melihat hasil program latihan selama di Thailand.
Shin Tae-yong berpeluang menguji penerapan taktik sekaligus mengevaluasi kesiapan pemain sebelum kompetisi resmi dimulai.
Dengan kombinasi latihan fisik, pematangan taktik, pembangunan chemistry, dan pertandingan uji coba, Persija berusaha memastikan skuad berada dalam kondisi terbaik.
Targetnya jelas: tampil kompetitif sejak awal musim dan mengakhiri Super League 2026/2027 dengan trofi. (*)
Sumber: jawapos.com.
Editor : Petrus