PELATIH anyar Bhayangkara Presisi Lampung FC, Oscar Bruzon, mulai menunjukkan sentuhan pertamanya dalam skuad The Guardians.
Jelang menghadapi Super League 2026/27, pelatih asal Spanyol itu perlahan mengubah gaya permainan tim melalui filosofi dan pendekatan taktik yang berbeda.
Perubahan tersebut mulai terlihat dalam sesi latihan Bhayangkara FC.
Bruzon mengaku mendapat respons positif dari para pemain yang dinilai mampu beradaptasi dengan ide permainan yang dibawanya.
Namun, ia tetap membutuhkan laga uji coba untuk mengukur sejauh mana konsep tersebut bisa diterapkan dalam pertandingan sebenarnya.
Oscar Bruzon Bawa Filosofi Baru
Bruzon menyebut terdapat sejumlah perubahan dalam gaya permainan Bhayangkara dibandingkan musim sebelumnya.
Intensitas latihan juga terus ditingkatkan agar para pemain terbiasa dengan tuntutan taktik yang diterapkannya.
“Saya merasa para pemain menerapkan ide-ide yang kami bawa. Ada cukup banyak perubahan dari gaya permainan tahun lalu.
Para pemain menyesuaikan diri dengan baik, dan latihan secara bertahap semakin intens,” ujar Bruzon.
Meski mendapat respons positif, Bruzon tidak ingin buru-buru menilai keberhasilan sistemnya hanya berdasarkan latihan.
Laga uji coba akan menjadi sarana penting untuk melihat kemampuan pemain menerjemahkan instruksi ke dalam situasi pertandingan.
Laga Uji Coba Jadi Ujian Awal
Pertandingan uji coba Bhayangkara FC menjadi kesempatan bagi Bruzon untuk mengevaluasi perkembangan tim.
Dari laga tersebut, ia bisa melihat sejauh mana pemain memahami peran serta pola permainan yang diinginkannya.
Adaptasi menjadi faktor penting sebelum kompetisi resmi bergulir.
Bruzon ingin para pemain semakin terbiasa dengan sistemnya sehingga Bhayangkara mampu tampil konsisten ketika Super League 2026/27 dimulai.
Bruzon Terpukau Persaingan Liga Indonesia
Musim 2026/27 menjadi pengalaman pertama Bruzon menangani klub Indonesia.
Meski baru menjalani tahap awal, ia mengaku terkesan dengan atmosfer sepak bola nasional, termasuk dukungan suporter dan persaingan antarklub.
Menurutnya, banyak tim memiliki ambisi untuk bersaing di papan atas.
Kondisi tersebut membuat persaingan menuju tiga besar diprediksi berlangsung ketat.
“Saya terkesan dengan level tim dan dukungan suporter.
Ada banyak tim tahun ini yang berambisi mengamankan posisi di tiga besar. Liga ini sangat kompetitif,” jelas Bruzon.
Perkuat Skuad, Siapkan Persaingan Ketat
Bruzon juga menyoroti regulasi pemain asing.
Menurutnya, kehadiran pemain asing dapat meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus mendorong pemain lokal bekerja lebih keras untuk merebut posisi utama.
“Pemain asing menuntut pemain lokal meningkatkan kualitas agar mampu bersaing memperebutkan tempat di starting eleven.
Pemain asing diharapkan menjadi pembeda yang mengangkat performa keseluruhan tim,” tuturnya.
Bhayangkara sebelumnya resmi menunjuk Bruzon sebagai pengganti Paul Munster.
Ia datang setelah membawa East Bengal menjuarai Liga Super India musim lalu.
Bruzon juga didampingi Adrian Rubio Martinez dan Hanim Sugiarto sebagai asisten pelatih, Javier F Sanchez sebagai pelatih fisik, Luiz Fernando Silva Passos sebagai pelatih kiper, serta Miftahudin sebagai technical director.
Musim lalu, Bhayangkara FC finis di posisi kelima dengan 53 poin dari 34 pertandingan.
Kini, perubahan taktik Bruzon dan persiapan yang dijalani akan menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan Super League 2026/27. (*)
Editor : Petrus