Meski penguasaan bola dikuasai oleh Manchester City sejak menit awal, Crystal Palace berhasil mencetak gol lebih dulu. Pada menit ke-16, Eberechi Eze menyambut umpan silang dari Daniel Munoz dan melesakkan bola lewat sepakan voli kaki kanan yang mengarah ke gawang Stefan Ortega.
Gol ini menjadi satu-satunya yang tercipta di laga final FA Cup 2025, sekaligus mengunci kemenangan bersejarah bagi Palace.
Kiper Crystal Palace, Dean Henderson, tampil gemilang sepanjang pertandingan. Ia menggagalkan penalti Omar Marmoush pada menit ke-35 dan melakukan sejumlah penyelamatan penting dari peluang Jeremy Doku, Erling Haaland, hingga Kevin De Bruyne.
Momen krusial juga terjadi saat VAR meninjau dugaan handball di luar kotak penalti oleh Henderson, namun wasit memutuskan tidak ada pelanggaran.
"Saya tahu ke mana Marmoush akan menendang. Saya bersyukur bisa menyelamatkan tim," ujar Henderson usai laga.
Manchester City Mandul, Guardiola Frustrasi di Pinggir Lapangan
Meski menurunkan skuad terbaik termasuk Haaland, De Bruyne, dan Doku, Manchester City gagal membobol pertahanan solid Palace. Statistik menunjukkan dominasi City dalam penguasaan bola dan peluang, namun semua sia-sia karena buruknya penyelesaian akhir dan aksi heroik dari Henderson.
Manajer Pep Guardiola tampak frustrasi dan bahkan enggan berjabat tangan dengan Henderson seusai laga.
VAR Batalkan Gol Munoz, Adu Mulut di Pinggir Lapangan
Drama semakin memanas di babak kedua. Daniel Munoz sempat mencetak gol kedua untuk Palace pada menit ke-58, namun dianulir VAR karena Sarr berada dalam posisi offside.
Insiden ini memicu ketegangan di area teknis, di mana staf dari kedua tim terlibat adu mulut hingga harus dilerai oleh ofisial keempat.
Crystal Palace Juara Piala FA 2025, Manchester City Tanpa Gelar
Kemenangan ini mengantarkan Crystal Palace sebagai juara FA Cup 2024/2025, sekaligus memastikan tiket ke Liga Europa musim depan. Ini adalah gelar mayor pertama sepanjang sejarah klub.
Sebaliknya, Manchester City menutup musim tanpa trofi—sebuah pencapaian negatif pertama mereka sejak awal era Guardiola di tahun 2016/2017.
"Kami mungkin bukan tim bertabur bintang, tapi kami punya semangat luar biasa," ucap Eze dalam wawancara bersama ITV. ***