KLUB Inggris Manchester City dikabarkan tinggal selangkah lagi mencapai kesepakatan dengan juara Liga Skotlandia, Celtic FC, untuk talenta muda mereka, Jahmai Simpson-Pusey. Peminjaman bek muda berusia 19 tahun ke klub asuhan Brendan Rodgers tersebut sebagai bagian proses regenerasi skuad.
Langkah ini menjadi bagian dari kebijakan klub dalam merotasi talenta muda mereka sembari tetap mematuhi regulasi pemain homegrown di Premier League. Menurut laporan dari Manchester Evening News, peminjaman Simpson-Pusey ke Celtic diharapkan bisa memberinya jam terbang reguler yang belum ia dapatkan di Etihad Stadium.
“Demi memberi Simpson-Pusey jam terbang, Pep Guardiola mengirimnya ke Celtic,” tulis media tersebut.
Skuad Manchester City saat ini tengah berada dalam masa transisi setelah gagal mempertahankan gelar Premier League musim lalu. Sejak akhir musim 2024-2025, Pep Guardiola sudah mendatangkan enam pemain baru, sebagai bagian dari upaya menyegarkan komposisi tim.
Namun di balik aktivitas transfer besar itu, klub juga menghadapi tantangan dalam memenuhi aturan homegrown player yang mewajibkan sejumlah pemain lokal di dalam skuad.
Untuk menyeimbangkan hal tersebut, City baru saja memulangkan James Trafford dari Burnley dengan mahar 27 juta Poundsterling atau sekitar Rp568 miliar, demi mengurangi beban promosi pemain akademi yang belum siap mentas di level senior.
Dalam konteks inilah, keputusan meminjamkan Simpson-Pusey menjadi masuk akal. Ia dianggap sudah saatnya menguji kemampuan di level kompetitif lebih tinggi, setelah hanya menjadi pelapis di musim lalu.
Sempat Tampil di Liga Champions, Kini Dikirim ke Skotlandia
Musim lalu, Simpson-Pusey sebenarnya sempat merasakan debut bersama tim utama Manchester City ketika krisis cedera melanda lini belakang. Ia mencatatkan enam penampilan, termasuk sebagai starter dalam laga Premier League kontra Brighton & Hove Albion yang berakhir kekalahan 1-2, serta saat City tumbang 1-4 dari Sporting Lisbon di Liga Champions.
Namun sejak City aktif di bursa transfer musim dingin, namanya kembali terpinggirkan. Penampilan terakhirnya tercatat saat melawan Salford City pada 11 Januari 2025 di putaran ketiga Piala FA.
Sisa musim ia habiskan bersama tim lapis kedua City, bermain sebanyak 27 kali di ajang Premier League 2, EFL Trophy, dan UEFA Youth League. Kini, demi perkembangan kariernya, ia akan bermain untuk Celtic di bawah arahan Brendan Rodgers.
Menurut laporan dari media yang sama, kesepakatan antara kedua klub hampir rampung dan tinggal menunggu pengumuman resmi. Rodgers disebut tertarik dengan kemampuan bek muda Inggris itu yang dinilai cocok dengan gaya bermain Celtic yang ofensif namun tetap membutuhkan soliditas lini belakang, meski di sana juga tidak diberikan jaminan tampil.
“Meskipun berstatus sebagai pemain pinjaman dari klub sebesar Manchester City, Simpson-Pusey tampaknya tak langsung mendapat jaminan sebagai pilihan utama di Celtic Park. Klub asal Glasgow itu sudah memiliki stok bek tengah yang cukup banyak, termasuk nama-nama seperti Cameron Carter-Vickers, Auston Trusty, dan Liam Scales,” lanjutnya.
Celtic juga baru mendatangkan Hayato Inamura, bek tengah asal Jepang, untuk memperkuat lini pertahanan mereka musim ini. Dengan komposisi tersebut, Rodgers memiliki lima pilihan di posisi bek tengah, termasuk Simpson-Pusey.
Artinya, pemain kelahiran Inggris ini harus siap bersaing dan menunjukkan kualitas jika ingin merebut satu tempat di starting XI. Meskipun sudah mencicipi 112 menit di pentas Liga Champions bersama City, pengalaman dan konsistensi akan menjadi faktor penentu keberhasilan masa pinjamannya.
Jalur Pengembangan Pemain Muda Man City
Langkah meminjamkan Simpson-Pusey merupakan bagian dari kebijakan jangka panjang Manchester City dalam mengembangkan talenta muda lewat pengalaman eksternal. Klub milik Sheikh Mansour itu dikenal produktif dalam memproduksi pemain akademi berkualitas, namun minim kesempatan di tim utama karena tingginya persaingan.
Alih-alih membiarkan pemain muda stagnan di bangku cadangan atau tim U-21, mereka lebih memilih untuk mengirimkan pemain ke klub-klub lain agar bisa berkembang di lingkungan kompetitif. Celtic menjadi destinasi ideal karena berada di level top Eropa dan rutin bermain di Liga Champions maupun Liga Europa.
Simpson-Pusey sendiri merupakan bagian dari timnas Inggris U-18, dan digadang-gadang sebagai salah satu prospek masa depan untuk lini belakang. Dengan postur ideal dan kemampuan membaca permainan yang matang untuk usianya, ia dinilai cocok berkembang di bawah bimbingan pelatih sekelas Brendan Rodgers.
Kepindahan Jahmai Simpson-Pusey ke Celtic menandai babak baru dalam perjalanan karier bek muda Manchester City tersebut. Meskipun belum mampu menembus skuad utama The Citizens secara reguler, masa pinjaman ini bisa menjadi batu loncatan penting baginya.
Seperti disampaikan dalam laporan Manchester Evening News, keputusan ini akan memberi Simpson-Pusey kesempatan mendapatkan menit bermain rutin di level senior, sesuatu yang sangat krusial dalam proses pembentukan mental dan konsistensi seorang pemain muda.
Kini tinggal bagaimana ia memanfaatkan peluang di Celtic Park. Jika mampu tampil konsisten dan mengesankan di Liga Skotlandia, bukan tidak mungkin ia akan kembali ke Etihad Stadium musim depan sebagai calon pilar masa depan lini belakang Manchester City. (jpc)