Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Erik ten Hag Tinggalkan Gaya Lama demi Warisan Alonso: Adopsi Formasi 3-4-2-1 di Bayer Leverkusen, Siap Lanjutkan Kejayaan Bundesliga!

Agus Pramono • Jumat, 1 Agustus 2025 | 12:55 WIB

Erik ten Hag Mulai Era Baru di Bayer Leverkusen: Tinggalkan Gaya Lama, Tiru Sistem Xabi Alonso. Getty Images
Erik ten Hag Mulai Era Baru di Bayer Leverkusen: Tinggalkan Gaya Lama, Tiru Sistem Xabi Alonso. Getty Images
 

Perubahan besar terjadi di tubuh Bayer Leverkusen. Baru beberapa minggu menjabat sebagai pelatih kepala, Erik ten Hag membuat keputusan mengejutkan dengan meninggalkan formasi favoritnya empat bek sejajar (back four) dan justru mengadopsi sistem 3-4-2-1 warisan sukses Xabi Alonso.

 

Langkah ini diambil setelah serangkaian diskusi strategis dengan direktur olahraga klub, Simon Rolfes, yang meyakinkan Ten Hag untuk mempertahankan filosofi permainan yang sudah membawa Leverkusen menjuarai Bundesliga musim lalu.

 

Ten Hag dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan taktik yang tegas dan identik dengan formasi 4-3-3. Namun, di Leverkusen, ia menyadari pentingnya kontinuitas, apalagi mayoritas skuad masih dibentuk berdasarkan visi Alonso.

 

Alih-alih merevolusi skuad dan merekrut pemain baru seperti Raheem Sterling, ia lebih memilih beradaptasi sebuah langkah cerdas untuk menjaga stabilitas dan harmoni tim.

 

“Saya percaya ini sistem yang bagus. Kami punya stabilitas dan pemain yang cocok untuk itu,” ujar Rolfes kepada BILD. “Rasanya masuk akal untuk tetap menempatkan banyak pemain kunci di atas lapangan.”

 

Di bawah Alonso, formasi 3-4-2-1 bukan sekadar angka di papan taktik. Saat menguasai bola, sistem itu berubah menjadi 3-2-5, formasi menyerang yang agresif dan penuh mobilitas.

 

Bek tengah membentuk fondasi kuat di belakang, sementara dua gelandang pivot menjaga keseimbangan dan mendikte tempo. Sisi lapangan jadi milik para wing-back, yang terus naik membantu serangan dan memperlebar permainan.

 

Kini, Ten Hag tak hanya mewarisi sistem, tetapi juga ekspektasi besar. Dengan sejumlah pemain kunci seperti Jonathan Tah, Jeremie Frimpong, Granit Xhaka, dan Florian Wirtz telah hengkang, ia dihadapkan pada tugas berat membangun ulang skuad tanpa mengubah DNA permainan.

 

Sebagai bagian dari transisi ini, Leverkusen masih memburu bek tengah kelima dengan jiwa kepemimpinan, untuk melengkapi formasi tiga bek yang jadi fondasi utama.

 

Sementara itu, fleksibilitas pemain yang ada menjadi senjata Ten Hag dalam menjalankan sistem ini dengan efektif.

 

Keputusan Ten Hag untuk menyesuaikan diri dengan warisan Alonso menunjukkan bahwa ia bukan sekadar pelatih keras kepala dengan ide sendiri, melainkan pemimpin yang cerdas dan adaptif.

 

Jika mampu menyatukan visinya sendiri dengan sistem yang telah terbukti sukses, Leverkusen bisa saja melanjutkan kejayaan musim lalu dan bahkan melampauinya.

 

Musim baru Bayer Leverkusen sudah di depan mata, dan semua mata kini tertuju pada bagaimana Erik ten Hag menulis babak baru dalam kisah sukses klub ini. (*cha)

Editor : Agus Pramono
#Perubahan Taktik #sepak bola jerman #jonathan tah #Florian Wirtz #Pelatih Baru Leverkusen #xabi alonso #erik ten hag #bayer leverkusen #Taktik Sepak Bola #Jeremie Frimpong #bundesliga