SEJAK direkrut Real Madrid dari AFC Bournemouth pada bursa transfer musim panas 2025, Dean Huijsen telah membuktikan kualitasnya. Pujian mengalir kepadanya sejak berseragam Los Blancos.
Wajar saja, Huijsen memang belum lama tiba di Bernabeu, tetapi cara mainnya membuatnya terlihat seperti sudah menjadi bagian dari tim selama bertahun-tahun.
Huijsen bukan sekadar bek biasa. Ia tidak hanya kokoh di lini belakang, tapi juga piawai membangun serangan dari area pertahanannya sendiri. Saking impresifnya, fans mulai menjulukinya sebagai “Toni Kroos-nya para bek”.
Julukan itu bukan sekadar pujian manis—Huijsen benar-benar bermain dengan kualitas yang mirip maestro lini tengah asal Jerman tersebut.
Dilansir dari The Real Champs, saat menghadapi WSG Tirol, Huijsen bermain selama 77 menit, namun pengaruhnya tetap terasa bahkan setelah ia meninggalkan lapangan.
Menurut SofaScore, ia mencatat akurasi umpan 94 persen—109 sukses dari 116 percobaan. Dan ini bukan umpan aman menyamping yang membosankan.
Mayoritas umpannya adalah tusukan tajam ke depan yang menembus blok pertahanan lawan, persis seperti yang sering dilakukan Kroos.
Tidak berhenti di situ, ia juga menuntaskan 13 dari 16 umpan panjang. Ingat, ini dicatat oleh seorang bek tengah berusia 20 tahun, bukan gelandang kreatif.
Konsistensi dan ketenangannya di lapangan membuatnya nyaris tanpa cela—satu-satunya noda di statistiknya adalah kartu merah di Piala Dunia FIFA.
Real Madrid memang membayar mahal untuk memboyong Huijsen dari Bournemouth. Tapi melihat performanya sejauh ini, jumlah itu terasa seperti jackpot. (jpc)
Editor : Petrus