SEJARAH baru tercipta di pentas Piala Dunia U-20. Timnas U-20 Maroko yang merupakan underdog justru sukses menumbangkan tim favorit juara Argentina U-20, pada laga final yang digelar di Estadio Nacional Julio Martinez Pradanos, Santiago, Chile, Minggu (19/10/2025) malam waktu setempat atau Senin pagi WIB.
Timnas Argentina U-20 yang diunggulkan untuk membawa pulang trofi, justru harus mengakui ketangguhan Singa Atlas Muda, julukan Timnas Maroko U-20, yang saat ini ditangani Mohamed Ouahbi. Anak asuh Diego Placente harus menerima kenyataan pahit dikalahkan tim kuda hitam dengan skor 0-2, sehingga memupuskan harapan mereka untuk mengangkat trofi yang sama untuk ketujuh kalinya.
Jalannya Pertandingan
Argentina langsung mengambil inisiatif untuk menguasai permainan dengan menguasai ball possession sebesar 74 persen di babak pertama.
Tapi, Maroko yang tampil militan dan punya kecepatan dan kelincahan serta ketajaman mampu unggul 2-0 di babak pertama.
Penyerang Maroko Yassir Zabiri mampu membawa Maroko unggul pada menit ke-12. Kemudian Zabiri sukses menggandakan keunggulan Maroko menjadi 2-0 pada menit ke-29.
La Albiceleste -julukan Argentina, yang ketinggalan dua gol dalam 30 menit, langsung tampil lebih agresif dan keluar menyerang.
Di menit ke-45+2, Argentina nyaris membobol gawang Maroko melalui serangan balik. Namun tembakan Mateo Silvetti masih melenceng tipis di sisi kanan gawang Maroko.
Pada menit ke-45+4, Maroko nyaris menambah keunggulan lagi melalui pergerakan dan finishing Othmane Maamma. Namun sontekan Maamma yang sudah berhasil mengecoh kiper Argentina, masih bisa dipotong bek lawan, Juan Villalba.
Meski tertinggal dua gol, Argentina tetap mendominasi jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 71 persen. Namun, dominasi itu tak berbuah hasil. Pertahanan Maroko tampil solid, disiplin, dan terorganisasi rapi.
Di babak kedua Maroko bermain lebih pragmatis dengan fokus mempertahankan keunggulan. Pelatih melakukan pergantian pemain yang memperkuat lini belakang dan menambah tenaga di sektor tengah. Strategi itu terbukti efektif, membuat Argentina frustrasi hingga peluit panjang berbunyi.
Alhasil, tiap upaya Argentina untuk menembus kotak penalti berhasil digagalkan, sementara beberapa peluang dari bola mati dan hasil tinjauan VAR pun gagal dimaksimalkan oleh tim Amerika Selatan tersebut.
Hingga babak kedua berakhir tak ada gol tambahan yang tercipta. Maroko unggul 2-0 di babak pertama atas Argentina.
Langkah Mulus Argentina ke Final
Argentina membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu tim yang dijagokan menjadi juara sejak turnamen belum dimulai.
Tim asuhan Diego Placente menyapu bersih 3 pertandingan di fase grup dengan mengalahkan Kuba 3-1, Australia 4-1, dan Italia 1-0.
La Albiceleste kemudian menyingkirkan 3 lawan di fase knock-out tanpa sekali pun kebobolan.
Berturut-turut mereka menaklukkan Nigeria 4-0, Meksiko 2-0, dan Kolombia 1-0.
Laga ini menjadi final ke-8 buat Timnas Agentina U-20 di ajang Piala Dunia Junior, di mana mereka sebelumnya sukses menjadi juara dalam 6 kesempatan.
Perjalanan Ajaib: Tumbangkan Korea, AS, Prancis, dan Argentina!
Perjalanan Maroko menuju tangga juara tak bisa dianggap remeh. Di babak gugur, mereka menyingkirkan tim-tim kuat seperti Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Prancis. Kemenangan atas Argentina di final mempertegas dominasi mereka sepanjang turnamen.
Lebih hebat lagi, Maroko menjadi negara Afrika pertama yang menjuarai ajang U-20 sejak Ghana melakukannya pada tahun 2009.
Ini adalah kali pertama Timnas U-20 Maroko jadi juara Piala Dunia U-20. Maroko tercatat sebagai negara ke-13 yang pernah jadi kampiun Piala Dunia U-20.
Perlu diketahui, Argentina jadi negara dengan gelar juara terbanyak dengan jumlah enam kali, disusul Brasil dengan lima kali. Portugal dan Serbia masing-masing dua kali jadi juara, dengan ada sembilan negara yang pernah sekali juara: Uruguay, Ghana, Spanyol, Rusia, Jerman, Inggris, Prancis, Maroko, dan Ukraina.
Yassir Zabiri, Sosok Pahlawan di Balik Kemenangan Maroko
Dua gol kemenangan Maroko dicetak oleh Yassir Zabiri, bintang muda yang bermain di klub Portugal, FC Famalicão. Aksinya di babak pertama membawa Maroko unggul 2-0 hingga turun minum—dan skor tersebut bertahan hingga akhir pertandingan.
“Itu saja sudah cukup bagi negara Afrika tersebut,” ungkap laporan resmi.
Dengan kemenangan itu, Maroko memastikan diri sebagai juara Piala Dunia U-20 2025. Ini menjadi gelar pertama bagi Maroko sepanjang sejarah sepak bola negara tersebut.
Daftar Negara yang Pernah Juara Piala Dunia U-20:
6 Gelar - Argentina
5 Gelar - Brasil
2 Gelar - Portugal, Serbia
1 Gelar - Uruguay, Ghana, Spanyol, Rusia, Jerman, Inggris, Prancis, Maroko, dan Ukraina
Juara Piala Duni U-20 Per Edisi:
1977 - Uni Soviet (Gelar Kini Dimiliki Rusia)
1979 - Argentina
1981 - Jerman Barat (Kini Jerman)
1983 - Brasil
1985 - Brasil
1987 - Yugoslavia (Kini Serbia)
1989 - Portugal
1991 - Portugal
1993 - Brasil
1995 - Argentina
1997 - Argentina
1999 - Spanyol
2001 - Argentina
2003 - Brasil
2005 - Argentina
2007 - Argentina
2009 - Ghana
2011 - Brasil
2013 - Prancis
2015 - Serbia
2017 - Inggris
2019 - Ukraina
2023 - Uruguay
2025 - Maroko
(psn/net)