STADION Metropolitano akan kembali menjadi saksi duel panas dua raksasa Spanyol. Namun bagi Diego Simeone, laga semifinal Copa del Rey kontra Barcelona bukan hanya soal tiket final—melainkan tentang menuntaskan dendam lama.
Diego Simeone tak lupa. Kekalahan tipis yang menyingkirkan Atletico Madrid dari Copa del Rey musim lalu masih terngiang, dan kini Barcelona kembali berdiri di hadapan mereka dalam skenario yang nyaris serupa.
Tak sekadar semifinal Copa del Rey, ini adalah panggung balas dendam bagi Diego Simeone. Luka musim lalu saat Atletico Madrid disingkirkan Barcelona di fase yang sama masih membekas, dan kini kesempatan menebusnya datang di Riyadh Air Metropolitano.
Karena itu, Simeone menegaskan tekad besarnya membawa Atletico Madrid melangkah ke partai final Copa del Rey 2025-2026 saat menjamu Barcelona pada leg pertama semifinal di Stadion Riyadh Air Metropolitano, Jumat (13/2/2026) pukul 03.00 WIB.
Baginya, duel ini bukan sekadar laga empat besar. Ini adalah ulangan musim lalu, ketika Los Colchoneros harus tersingkir secara dramatis oleh Blaugrana di fase yang sama. Saat itu, Atletico bermain imbang 4-4 di leg pertama, namun kalah 0-1 pada leg kedua di kandang sendiri.
“Satu kesalahan akan menghukum Anda,” ujar Simeone, mengingat kegagalan pahit tersebut.
Pelatih asal Argentina itu mengakui timnya belajar banyak dari eliminasi musim lalu. Ia ingin Atletico tampil lebih tajam dan cerdas dalam mengelola pertandingan krusial seperti ini.
“Kami belajar banyak dari kegagalan musim lalu. Kali ini kami harus lebih kejam dan lebih cerdas,” tegasnya.
Fokus ke Tim Sendiri
Meski Barcelona datang tanpa sejumlah pilar penting seperti Marcus Rashford, Pedri, dan Raphinha yang mengalami cedera, Simeone memilih tidak terlena dengan kondisi lawan. Ia justru menyoroti situasi timnya sendiri yang juga kehilangan Pablo Barrios.
“Saya tidak memikirkan mereka. Kami tanpa Barrios dan saya perlu fokus pada apa yang akan kami lakukan, bagaimana kami memulai pertandingan, dan jenis laga seperti apa yang akan kami hadapi,” katanya dalam konferensi pers dikutip dari AS.
Menurutnya, semifinal akan ditentukan oleh detail kecil, disiplin, serta kemampuan mengontrol emosi—terutama menghadapi Barcelona yang sedang dalam performa impresif.
Waspadai Momentum Barcelona
Barcelona asuhan Hansi Flick datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyapu bersih enam pertandingan terakhir di semua kompetisi, termasuk kemenangan 3-0 atas Mallorca di La Liga.
Simeone menyadari betul ancaman tersebut. Apalagi Atletico tengah berada dalam tekanan setelah menelan dua kekalahan kandang beruntun—1-2 dari Bodo/Glimt di Liga Champions dan 0-1 dari Real Betis di La Liga. Sepanjang 15 tahun kepemimpinannya, Simeone belum pernah merasakan tiga kekalahan kandang secara beruntun.
“Kami sepenuhnya menyadari kekuatan mereka. Mereka sedang dalam periode yang sangat kuat. Saat melawan tim dengan karakter seperti Barcelona, detail terkecil akan menjadi sangat penting,” ujarnya seperti dikutip dari Marca.
Kelola Jadwal Padat dan Jaga Motivasi
Di tengah jadwal padat dan badai cedera, Simeone menekankan pentingnya manajemen skuad agar seluruh pemain tetap siap kapan pun dibutuhkan.
“Mengelolanya dan berusaha agar para pemain tetap bugar untuk setiap pertandingan, serta bekerja dengan mereka yang jarang bermain agar tetap siap. Sehingga kami menjadi satu kesatuan, bukan hanya empat pemain saja,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya motivasi dan keyakinan dalam menghadapi tekanan besar.
“Saya selalu memiliki keyakinan, bukan hanya untuk besok. Keyakinan dalam segala hal yang saya lakukan dan ciptakan. Saya menjalani hidup saya dengan keyakinan,” tegas Simeone.
Dengan Copa del Rey menjadi peluang paling realistis untuk meraih trofi musim ini, Atletico dipastikan akan tampil habis-habisan. Dukungan publik Metropolitano, intensitas khas Simeone, dan hasrat menebus kegagalan musim lalu akan menjadi bahan bakar utama Los Colchoneros.
Semifinal ini diprediksi berlangsung ketat, keras, dan penuh pertarungan taktis—sebuah panggung besar bagi Simeone untuk membuktikan bahwa Atletico Madrid telah belajar dari luka lama mereka. (psn/net)
Editor : Petrus