PERSAINGAN menuju gelar AFC Champions League (ACL) Two 2025/2026 semakin memanas setelah babak 16 besar menghadirkan sejumlah kejutan, dominasi, dan drama yang menguras emosi.
Delapan tim terbaik kini telah memastikan tempat di perempat final, membawa harapan besar bagi negara masing-masing untuk menorehkan sejarah di kompetisi antarklub Asia kasta kedua tersebut.
Dari Timur Tengah hingga Asia Tenggara, setiap tim datang dengan cerita berbeda. Ada yang melaju dengan dominasi mutlak, ada pula yang harus berjuang hingga menit terakhir.
Dengan format dua leg dan kualitas yang semakin merata, babak perempat final dipastikan akan menjadi panggung pertarungan taktis, mental, dan ambisi menuju final.
Dominasi Timur Tengah di Zona Barat
Zona Barat kembali memperlihatkan kekuatan tradisional Timur Tengah. Klub-klub dari kawasan ini tampil solid, efektif, dan berpengalaman dalam menghadapi tekanan laga knockout.
Al Nassr menjadi salah satu favorit kuat setelah menyingkirkan Arkadag FC dengan agregat 2-0.
Tim asal Arab Saudi tersebut tampil disiplin dan efisien, memperlihatkan keseimbangan antara lini serang dan pertahanan.
Sementara itu, Al Wasl menunjukkan mental juara lewat comeback impresif atas Al Zawraa.
Setelah kalah di leg pertama, mereka bangkit dengan kemenangan meyakinkan di leg kedua untuk memastikan tiket perempat final.
Al Ahli Doha juga mencuri perhatian lewat kemenangan dramatis atas Sepahan. Gol di babak tambahan waktu menjadi bukti ketangguhan mental mereka dalam situasi krusial.
Al Hussein melengkapi dominasi kawasan ini setelah menyingkirkan Esteghlal dengan agregat meyakinkan.
Tim lolos Zona Barat:
- Al Nassr (Arab Saudi)
- Al Wasl (Uni Emirat Arab)
- Al Ahli Doha (Qatar)
- Al Hussein (Yordania)
Asia Tenggara Bersinar di Zona Timur
Zona Timur menghadirkan cerita yang lebih beragam, terutama dengan kebangkitan klub-klub Asia Tenggara yang tampil mengejutkan dan penuh percaya diri.
Ratchaburi FC menjadi sorotan setelah menyingkirkan Persib Bandung dengan agregat 3-1.
Efektivitas dan konsistensi mereka menjadi kunci keberhasilan menembus delapan besar.
Tampines Rovers bahkan tampil lebih mengesankan. Klub asal Singapura tersebut menghancurkan Cong An Ha Noi dengan agregat telak 6-1, memperlihatkan kualitas menyerang yang sangat berbahaya.
Bangkok United juga memastikan tempat di perempat final, memperkuat dominasi Thailand di zona timur.
Sementara itu, Gamba Osaka membawa reputasi Jepang sebagai salah satu kekuatan tradisional sepak bola Asia.
Tim lolos Zona Timur:
- Gamba Osaka (Jepang)
- Ratchaburi FC (Thailand)
- Bangkok United (Thailand)
- Tampines Rovers (Singapura)
Bagan Perempat Final: Duel Kelas Berat dan Potensi Kejutan
Babak perempat final akan mempertemukan tim-tim dengan kekuatan seimbang dan gaya bermain berbeda. Setiap pertandingan diprediksi berlangsung ketat dan sulit diprediksi.
Zona Barat
- Al Nassr vs Al Wasl
- Al Ahli Doha vs Al Hussein
Zona Timur
- Ratchaburi FC vs Gamba Osaka
- Tampines Rovers vs Bangkok United
Duel-duel ini menghadirkan kombinasi pengalaman, kekuatan finansial, serta semangat kuda hitam yang siap menciptakan kejutan.
Jadwal Perempat Final dan Format Pertandingan
Babak perempat final ACL Two 2025/2026 akan digelar dalam format kandang dan tandang pada:
4–11 Maret 2026
Setiap tim akan memainkan dua pertandingan untuk menentukan siapa yang berhak melaju ke semifinal.
Sistem ini memberikan peluang bagi setiap klub untuk memaksimalkan keuntungan bermain di kandang maupun bertahan saat tandang.
Pemenang dari masing-masing zona kemudian akan melanjutkan perjuangan hingga semifinal, sebelum akhirnya juara Zona Barat dan Zona Timur bertemu di partai final untuk memperebutkan gelar juara.
Jalan Menuju Trofi Semakin Terbuka
Dengan tersingkirnya beberapa tim unggulan dan munculnya kekuatan baru, peta persaingan kini menjadi lebih terbuka.
Klub-klub Timur Tengah masih menjadi favorit berkat pengalaman dan kedalaman skuad, namun kebangkitan wakil Asia Tenggara seperti Tampines Rovers dan Ratchaburi FC memberikan warna baru.
Kini, hanya tersisa delapan tim dengan satu tujuan yang sama: bertahan hingga akhir dan mengangkat trofi ACL Two 2025/2026.
Babak perempat final akan menjadi ujian sesungguhnya untuk menentukan siapa yang benar-benar layak disebut yang terbaik di Asia. (psn/net)
Editor : Petrus