TIDAK ada yang benar-benar memasukkan nama FK Bodø/Glimt dalam daftar kandidat juara Liga Champions 2025/2026.
Di tengah gemerlap raksasa seperti Real Madrid, Manchester City, hingga Bayern Munich, klub kecil dari Lingkaran Arktik itu hanya dianggap pelengkap.
Namun di balik udara dingin Norwegia, Bodø/Glimt diam-diam memanaskan Eropa.
Musim ini, mereka bukan sekadar kuda hitam—melainkan badai tak terduga. Inter Milan, finalis musim lalu dan kandidat kuat juara, dibuat tak berdaya.
Dari Stadion Aspmyra hingga Giuseppe Meazza, Bodø/Glimt menulis kisah yang akan dikenang sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Liga Champions.
Dari Playoff ke Panggung Besar
Datang sebagai juara liga Norwegia, Bodø/Glimt harus memulai petualangan dari jalur playoff. Menghadapi Sturm Graz, mereka tampil luar biasa dengan kemenangan 5-0 di leg pertama sebelum kalah 1-2 pada leg kedua. Agregat telak memastikan langkah ke fase grup.
Tak ada ekspektasi tinggi. Berdiri sejak 1916 dan baru mengoleksi empat gelar liga domestik, Bodø/Glimt dipandang sebagai underdog di antara raksasa Eropa.
Fase Grup: Bangkit di Saat Genting
Awal fase grup berjalan biasa saja. Hasil imbang 2-2 melawan Slavia Prague dan Tottenham Hotspur memberi harapan tipis.
Namun rentetan kekalahan dari Galatasaray, AS Monaco, dan Juventus membuat mereka nyaris tersingkir.
Momentum kebangkitan datang di dua laga terakhir. Hasil imbang 2-2 kontra Borussia Dortmund menjadi titik balik sebelum kemenangan sensasional 3-1 atas Manchester City dan 2-1 atas Atletico Madrid memastikan mereka finis di peringkat ke-23 dan lolos ke playoff 16 besar.
Mereka bahkan berada di atas nama-nama besar seperti Olympique de Marseille, PSV Eindhoven, dan AFC Ajax yang gugur lebih awal.
Mengguncang Giuseppe Meazza
Ujian sesungguhnya datang saat menghadapi Inter Milan di babak playoff 16 besar. Banyak yang memprediksi perjalanan Bodø/Glimt akan berakhir.
Namun kemenangan 3-1 di leg pertama membalikkan prediksi. Di leg kedua di Stadion Giuseppe Meazza, Inter tampil dominan sejak awal.
Peluang demi peluang lahir dari Federico Dimarco dan Davide Frattesi, tetapi ketangguhan lini belakang Bodø/Glimt dan gemilangnya kiper Nikita Haikin membuat tuan rumah frustrasi.
Momen penentu hadir pada menit ke-58. Jens Petter Hauge menyambar bola rebound untuk membuka skor—gol keenamnya musim ini di Liga Champions, sebuah rekor bagi pemain Norwegia yang membela klub Norwegia dalam satu edisi kompetisi.
Hauge kemudian memberi assist matang kepada Håkon Evjen untuk menggandakan keunggulan.
Meski Alessandro Bastoni sempat memperkecil skor, Inter tak mampu mengejar. Agregat 5-2 memastikan langkah Bodø/Glimt ke babak 16 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Spesialis Kejutan dari Utara
Keberhasilan ini menegaskan reputasi Bodø/Glimt sebagai spesialis kejutan. Mereka telah menumbangkan Manchester City, Atletico Madrid, dan kini Inter Milan—tiga nama besar dalam satu musim.
Kini, tantangan berikutnya menanti: kemungkinan duel ulang melawan Manchester City atau pertemuan dengan Sporting CP.
Apa pun hasilnya nanti, Bodø/Glimt sudah mengukir sejarah sebagai klub Norwegia pertama yang melaju sejauh ini di era modern Liga Champions.
Dari Lingkaran Arktik ke panggung elite Eropa, Bodø/Glimt membuktikan bahwa mimpi besar tak selalu milik klub besar.
Musim ini, mereka bukan sekadar peserta—mereka adalah cerita utama. (psn/net)
Editor : Petrus