Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Kontras Nasib Pemain Timnas Indonesia di Pentas Serie A: Emil Audero Tertekan, Jay Idzes Dipuja Media Italia

Petrus • Senin, 2 Maret 2026 | 19:52 WIB

Aksi gemilang Emil Audero saat mengamankan gawang Cremones dari gempuran lawan di pentas Serie A 2025/2026. (Sumber: Instagram @emil_audero)
Aksi gemilang Emil Audero saat mengamankan gawang Cremones dari gempuran lawan di pentas Serie A 2025/2026. (Sumber: Instagram @emil_audero)

NASIB berbeda dialami dua penggawa Timnas Indonesia, Emil Audero dan Jay Idzes, yang saat ini berkiprah di kompetisi tertinggi sepak bola Italia, Serie A.

Cremonese yang dibela Emil Audero kembali terjerembab dalam pusaran krisis.

Di saat kompetisi Serie A 2025/2026 memasuki fase krusial, tim berjuluk I Grigiorossi justru tak kunjung menemukan jalan keluar dari tren negatif.

Kekalahan dramatis dari AC Milan di pekan ke-27 menjadi luka terbaru yang mempertegas rapuhnya konsistensi mereka.

Di tengah tekanan yang semakin menghimpit, sorotan tertuju pada kiper Timnas Indonesia, Emil Audero.

Dua gol di menit akhir membuatnya kembali harus memungut bola dari gawang sendiri.

Namun alih-alih larut dalam kekecewaan, Audero memilih berdiri di garis depan, menyerukan persatuan dan fokus jelang dua bulan terakhir musim ini.

Sementara itu, kabar berbeda datang dari pemain Timnas Indonesia lainnya.

Kapten Garuda, Jay Idzes, justru menuai pujian di Italia setelah tampil solid membawa Sassuolo menaklukkan Atalanta dalam laga penuh drama.

Dua kisah berbeda, satu harapan yang sama: membuktikan kualitas di panggung tertinggi Italia.

 

Cremonese Kian Tertekan, Gol Menit Akhir Jadi Mimpi Buruk

Bermain di Stadion Giovanni Zini, Cremonese sebenarnya bertekad mengakhiri rentetan 12 laga tanpa kemenangan.

Namun konsentrasi yang buyar di menit-menit akhir kembali menjadi petaka.

Gol Strahinja Pavlovic di menit ke-90 membuka keunggulan Milan, sebelum Rafael Leao memastikan kemenangan lewat gol di masa injury time.

Dua pukulan telak itu membuat Cremonese kembali terpuruk setelah sebelumnya dihajar AS Roma 0-3.

Kini, dengan 24 poin dan duduk di peringkat ke-17, bayang-bayang degradasi semakin nyata. Lecce, Pisa, dan Hellas Verona terus membayangi dalam 11 laga tersisa musim ini.

 

Emil Audero: “Tidak Perlu Drama, Kami Harus Bersatu”

Di tengah tekanan, Emil Audero menunjukkan sikap dewasa. Ia menegaskan ruang ganti tetap solid dan tak ingin terjebak kepanikan.

“Kami sudah berbicara di ruang ganti, semua pemain bertekad untuk melewati ini, dan kami tidak membuat drama apa pun,” ujar Audero.

Cremonese sebenarnya sempat tampil menjanjikan di awal musim.

Mereka bahkan membuat kejutan dengan menumbangkan Milan pada laga pembuka serta meraih dua kemenangan beruntun atas Bologna dan Lecce pada Desember 2025.

Namun sejak kemenangan terakhir atas Lecce pada 7 Desember, mereka tak pernah lagi merasakan tiga poin — hanya empat imbang dan sembilan kekalahan.

Laga tandang ke markas Lecce di Via del Mare akhir pekan nanti menjadi momen penentuan. “Sekarang kami memiliki dua bulan lagi di depan kami.

Kami harus tetap fokus dan melihat sisi positifnya,” tegas Audero.

 

Jay Idzes Bersinar, Sassuolo Taklukkan Atalanta dengan 10 Pemain

Jay Idzes dan rekan setim di Sassuolo melakukan pemanasan sebelum laga. (Sumber: Instagram @jayidzes)
Jay Idzes dan rekan setim di Sassuolo melakukan pemanasan sebelum laga. (Sumber: Instagram @jayidzes)

Berbanding terbalik dengan nasib Cremonese, Jay Idzes tampil gemilang saat Sassuolo menang 2-1 atas Atalanta di Stadion Mapei.

Sassuolo harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-16 usai Andrea Pinamonti diganjar kartu merah.

Namun secara mengejutkan, mereka justru mampu mencetak dua gol lewat Ismael Kone dan Kristian Thorstvedt, sebelum Atalanta memperkecil lewat Yunus Musah.

Menurut Fotmob, Jay Idzes meraih rating 6,6 dengan kontribusi enam sapuan dan satu intersep.

Media lokal bahkan memberi nilai 7 atas performanya yang dinilai krusial menjaga stabilitas lini belakang.

 

Duet Idzes–Muharemovic Jadi Tembok Kokoh

Media Sassuolo News memuji duet Jay Idzes dengan Tarik Muharemovic yang tampil luar biasa.

Meski sempat kesulitan menghadapi bola-bola udara di awal laga, keduanya cepat beradaptasi.

Saat Atalanta terus menekan dengan umpan-umpan panjang karena unggul jumlah pemain, Idzes dan Muharemovic justru tampil semakin solid.

Mereka disiplin menjaga area dan mampu meredam gelombang serangan lawan.

 

Fabio Grosso: “Pertandingan yang Gila!”

Pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.

“Itu adalah pertandingan yang gila. Anak-anak ini menuliskan nama mereka dalam buku sejarah klub ini,” ujarnya.

Grosso secara khusus memuji determinasi lini belakangnya. Ia menilai tidak mudah menjaga konsentrasi penuh selama 90 menit dengan kekurangan satu pemain, apalagi menghadapi tim yang baru tampil di Liga Champions.

Kemenangan ini membawa Sassuolo naik ke peringkat delapan dengan 38 poin, membuka peluang menembus zona Eropa.

Di tengah tekanan yang dialami Cremonese, performa Jay Idzes menjadi kabar cerah bagi sepak bola Indonesia di Italia. (psn/net)

Editor : Petrus
#jay idzes #media Italia #kontras #dipuja #tertekan #indonesia #pemain timnas #serie a #Nasib #emil audero