KUALA PEMBUANG-Seekor tenggiling tiba-tiba muncul di kebun warga Desa Mekar Indah, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan.
Satwa langka itu ditemukan saat warga tengah membersihkan lahan, sebelum akhirnya diamankan dan diserahkan ke petugas.
Baca Juga: Lutung Abu-abu yang Tersengat Listrik di Sampit Dikembalikan ke Hutan
Selama empat hari, hewan bersisik tersebut sempat dirawat oleh warga. Namun setelah mendapat penjelasan dari petugas terkait status perlindungan dan larangan memeliharanya, warga memilih menyerahkan tenggiling itu kepada pihak berwenang.
Penyerahan dilakukan pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 15.30 WIB di halaman Kantor SPTN Wilayah II Kuala Pembuang. Satwa itu kemudian diterima oleh personel BKSDA Resort Sampit dalam kondisi sehat.
Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, memastikan kondisi tenggiling saat diterima tidak mengalami luka dan masih aktif.
Baca Juga: Warga Pulau Hanaut Temukan Anak Trenggiling di Kebun Sawit, BKSDA Sampit Turun Tangan
“Berat sekitar 5 kilogram, jenis kelamin jantan, dan tidak ditemukan luka dan nampak sehat,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan, satwa tersebut merupakan hasil penyerahan warga melalui staf Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) yang lebih dulu menerima dari masyarakat.
“Tenggiling tersebut merupakan hasil dari penyerahan warga Desa Mekar Indah, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan,” jelasnya.
Menurutnya, keputusan warga menyerahkan satwa itu tidak lepas dari edukasi yang diberikan petugas terkait aturan hukum.
Baca Juga: Berpisah Pas Lagi Sayang-sayange, Bayi Orangutan Berpisah dengan Warga yang Jadi “Ibu” Asuhnya
“Warga menyerahkan satwa tersebut setelah mendapat penjelasan terkait tidak boleh atau dilarang memelihara atau memperjualbelikan tenggiling dan sanksi hukumnya,” ungkapnya.
Saat ini, trenggiling tersebut telah diamankan di Pos BKSDA Sampit untuk penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: Sepanjang 2025, BKSDA Sampit Selamatkan Puluhan Satwa Dilindungi, Berikut Rinciannya
“Saat ini, tenggiling diamankan di pos Sampit sambil menunggu arahan selanjutnya,” pungkasnya. (mif)
Editor : Ayu Oktaviana