KUALA PEMBUANG-Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sampit meresmikan lima desa binaan imigrasi di Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan. Peresmian ini sebagai bentuk realisasi program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui penyuluhan hukum keimigrasian oleh Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA).
“Saya mengapresiasi peresmian ini, apalagi program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat sekaligus mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM),” ungkap Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Kabupaten Seruyan, Muliadie, S.E.
Peresmian dihadiri langsung Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalteng Mas Arie Yuliansa Dwi Putra, A.Md.Im., S.H., M.H., dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sampit, Ronald, S.H., M.A.P.
“Program ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Imigrasi dan masyarakat, meningkatkan kesadaran terhadap TPPO dan TPPM, serta mendorong terciptanya pelayanan publik yang lebih optimal, transparan, dan responsif,” tambah Muliadie.
Lima desa yang diresmikan sebagai desa binaan imigrasi tersebut meliputi Desa Pembuang Hulu I, Desa Pembuang Hulu II, Desa Derangga, Desa Bahaur, dan Desa Parang Batang.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh para kepala desa dari masing-masing wilayah, yaitu Kepala Desa Pembuang Hulu I, Muhammad Firdaus, Penjabat Kepala Desa Pembuang Hulu II, Muhammad Saifullah, Kepala Desa Derangga, Aliadim Jono, Kepala Desa Bahaur, Abdu Rajak, dan Penjabat Kepala Desa Parang Batang, Mahmur Asikinnor.
Masih dalam rangkaian yang sama, dilakukan penyematan badge Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) sebagai simbol penguatan peran petugas dalam memberikan edukasi dan penyuluhan hukum keimigrasian secara langsung kepada masyarakat desa.
Dalam rangka mendekatkan layanan kepada masyarakat, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sampit juga menghadirkan layanan Eazy Passport, yaitu layanan jemput bola untuk pengurusan paspor secara kolektif yang dilaksanakan langsung di lokasi kegiatan.
Kegiatan diisi dengan sosialisasi layanan paspor dan izin tinggal hingga edukasi mengenai Sekolah Kedinasan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas).
Tidak ketinggalan, penanaman bibit kelapa hibrida sebagai bagian dari Program Ketahanan Pangan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Hanau.(*)
Editor : Ayu Oktaviana