1. Gunakan Biji Alpukat dari Pasar
- Jangan buang bijinya! Biji bisa ditanam kembali.
- Tanam biji dalam polybag kecil (ukuran 10 cm) berisi campuran tanah, sekam, dan kompos.
- Dalam 1 minggu, biji akan mulai pecah dan bertunas.
2. Keunggulan Menanam dari Biji
- Biji menghasilkan akar tunggang yang kuat.
- Bibit dari biji lebih sehat dibanding stek yang rawan gagal tumbuh dan sulit berbuah.
3. Lakukan Sambung Pucuk (Grafting)
- Gunakan entres (batang atas) dari pohon alpukat unggul (misal: Mickey, Alligator, Kendil).
- Lakukan sambungan saat usia tanaman 1 bulan.
- Gunakan metode sambung huruf "V" dan ikat dengan tali.
- Tutup sambungan dengan plastik (penyungkupan) untuk menjaga kelembapan.
4. Pindahkan ke Pot
- Setelah tumbuh besar dan biji lepas, pindahkan ke pot besar (minimal 50 liter).
- Gunakan media tanam fermentasi yang matang (tandanya mulai tumbuh rumput).
5. Perawatan dan Penyiraman
- Setelah ditanam, siram dan letakkan di tempat teduh selama 2-3 minggu.
- Setelah tunas baru tumbuh, pindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari.
6. Pemupukan Rutin
- Gunakan kompos mengandung asam humat dan Trichoderma (1–2 genggam/bulan).
- Tambahkan pupuk NPK sebulan sekali atau 3 bulan sekali (1–2 sendok/tanaman).
- Bisa dicampur air dan disiram langsung ke media tanam.
7. Tips Agar Cepat Berbuah
- Lakukan stres air pada bulan April–Mei agar berbunga di Juli–Agustus.
- Hentikan penyiraman hingga daun menguning, lalu siram kembali.
- Hindari pupuk nitrogen saat stres air, karena bisa menghambat pembungaan.
- Sebelum stres air, beri pupuk tinggi fosfor dan kalium seperti MKP (3–4 sendok/tanaman).
Dengan teknik ini, tanaman alpukat dari biji bisa berbuah dalam 2–3 tahun. Anda bisa menanam alpukat jenis apa saja sesuai keinginan.(*afa/ram) Editor : Administrator