KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Ramai di media sosial, anggota DPRD Jember Achmad Syahri As Siddiqi menjadi sorotan setelah kedapatan memainkan game Hay Day saat rapat dengar pendapat.
Momen tersebut membuat game simulasi pertanian itu kembali viral dan banyak diperbincangkan warganet.
Hay Day merupakan game simulasi pertanian dan peternakan yang dikembangkan oleh Supercell. Dalam permainan ini, pemain berperan sebagai pengelola lahan pertanian yang harus menanam, memanen, beternak, hingga memenuhi pesanan pelanggan melalui truk dan kapal.
Selain bercocok tanam, pemain juga dapat membuka area memancing, membangun berbagai fasilitas produksi makanan, hingga mengembangkan area kota.
Hasil panen dan peternakan dapat diolah menjadi berbagai produk seperti roti, kue, es krim, dan minuman untuk dijual demi mendapatkan koin permainan.
Seiring meningkatnya level permainan, pemain dapat membuka lebih banyak fitur dan dekorasi. Hay Day juga rutin menghadirkan berbagai event musiman, mulai dari tema Natal dengan dekorasi hiasan Natal dan salju, Hallowen dengan dekorasi buah labu dan tengkorak, tema Paskah dengan dekorasi telur, serta Valentine dengan dekorasi hati dan dekorasi romantis.
Rahma, pemain Hay Day asal Palangka Raya, mengaku telah memainkan game tersebut hingga mencapai level 103. Menurutnya, daya tarik Hay Day terletak pada kebebasan pemain membangun pertanian impian mereka sendiri.
“Saya suka main game ini karena seperti punya pertanian pribadi yang luas. Ada area pemancingan pribadi yang menghasilkan bebek dan lobster,” ujarnya.
Ia mengatakan, meski permainan terkesan sederhana, Hay Day cukup membuat pemain betah berlama-lama, terlebih saat ada event mingguan dan kompetisi antarpemain.
Namun, Rahma juga menyoroti alasan yang sempat ramai disebut terkait insiden anggota DPRD yang bermain saat rapat. Menurutnya, permainan tersebut seharusnya tidak mengganggu aktivitas penting.
“Alasannya takut sapinya mati kelaparan karena belum dikasih makan, padahal di game ini si sapi tidak akan mati dan levelmu tidak akan turun. Jadi, harusnya tetap serius mengikuti rapat dulu,” katanya.(*)
Editor : Agus Pramono