KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Di antara hari-hari paling istimewa dalam Islam, Hari Arafah menjadi salah satu momen yang paling dinanti umat Muslim.
Bukan hanya karena menjadi puncak ibadah haji, tetapi juga diyakini sebagai hari ketika Allah SWT membebaskan begitu banyak hamba-Nya dari api neraka. Tahun ini, hari Arafah akan jatuh Selasa (26/5/2026).
Salah satu tokoh agama di Kota Sampit, Ustaz Muhammad Zaini Anwar menjelaskan, Hari Arafah jatuh pada 9 Zulhijjah dan identik dengan wukuf di Padang Arafah, rukun utama ibadah haji yang hanya bisa dilakukan pada hari tersebut.
“Hari Arafah itu hari berkumpulnya semua jamaah haji di Padang Arafah tanggal 9 Zulhijjah. Rukun utama daripada ibadah haji yaitu wukuf di Padang Arafah,” ujarnya kepada Kaltengpos.jawapos.com, Senin (25/5/2026).
Keistimewaan Hari Arafah
Keistimewaan Hari Arafah begitu besar hingga disebut dalam hadis sebagai hari ketika Allah paling banyak membebaskan hamba dari neraka.
Hal itu sebagaimana hadis riwayat Imam Muslim dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari di mana Allah lebih banyak membebaskan hamba dari api neraka selain Hari Arafah.” (HR Muslim)
Ustaz yang pernah menempuh pendidikan di University of Madinah itu menjelaskan, jika dalam bulan Ramadan keutamaan terbesar berada di 10 malam terakhir, maka pada bulan Zulhijjah kemuliaan justru berada di 10 hari pertama, terutama tanggal 9 Zulhijjah.
Pada hari itu para malaikat turun ke Padang Arafah dan mengaminkan doa-doa para jamaah haji yang sedang bermunajat kepada Allah SWT.
“Malaikat turun di Padang Arafah mengaminkan doa-doa orang yang ada di Padang Arafah,” ujarnya.
Amalan yang Dilakukan di Hari Arafah
Bagi jamaah haji, Hari Arafah diisi dengan memperbanyak doa dan munajat sejak matahari tergelincir hingga menjelang magrib. Namun, keutamaan hari tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang berhaji.
Umat Muslim yang tidak sedang berhaji tetap bisa meraih kemuliaan Hari Arafah melalui puasa sunnah Arafah pada 9 Zulhijjah.
Keutamaan puasa Arafah sendiri disebut dalam hadis riwayat Imam Muslim.
Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR Muslim)
“Puasa satu hari, ampunan dosa dua tahun. Masya Allah,” kata pimpinan Pondok Pesantren Al Marhamah itu.
Umat Muslim dapat memanfaatkan momentum tersebut dengan memperbanyak ibadah, doa dan puasa sunnah agar mendapat pahala dan ampunan dari Allah SWT.
“Mudah-mudahan kita semua berniat kuat untuk puasa Arafah dan dimudahkan untuk menjalankannya serta mendapatkan pahala yang sempurna,” pungkasnya. (*)
Editor : Ayu Oktaviana