KUALA KAPUAS –SMK Maharati bekerja sama dengan PT Pamapersada Nusantara Distrik ASMI menggelar kegiatan Professional Goes to School di Gedung Serbaguna SMK Maharati, Desa Buhut Jaya, Kecamatan Kapuas Tengah, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan ini diikuti 150 siswa kelas X dan XII sebagai upaya memberikan pengetahuan dasar mengenai tanggap darurat bencana dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, siswa dibekali pemahaman dasar mengenai jenis-jenis bencana yang berpotensi terjadi di lingkungan sekitar, seperti kebakaran dan banjir, serta langkah awal penyelamatan diri saat terjadi kondisi darurat.
Materi yang disampaikan oleh tim ERT (Emergency Response Team) MCIP menekankan pentingnya kesiapsiagaan, ketenangan, serta kemampuan mengambil keputusan cepat dalam situasi darurat.
Selain penyampaian materi, siswa juga mengikuti praktik singkat berupa simulasi evakuasi dan teknik dasar pertolongan pertama pada korban.
Kegiatan ini bertujuan agar siswa memiliki gambaran nyata mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi bencana di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.
Aji Santoso, Fire & Emergency Response Coordinator - PAMA ASMI, menyampaikan bahwa pembekalan ini difokuskan pada peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan siswa.
“Bencana bisa terjadi kapan saja. Dengan memiliki pengetahuan dasar, siswa diharapkan tidak panik dan mampu mengambil langkah awal yang tepat untuk menyelamatkan diri maupun membantu orang lain,” ujarnya.
Sementara itu, Agus Dianto Ryandi, Corporate Social Responsibility Officer - PAMA ASMI, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan dalam mendukung peningkatan kapasitas generasi muda di bidang kesiapsiagaan bencana.
“Kami berharap siswa memiliki pemahaman dasar tentang tanggap darurat bencana sehingga lebih siap dan sigap dalam menghadapi situasi yang tidak terduga di lingkungan sekitar,” katanya.
Jumeidi, Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri - SMK Maharati, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PAMA ASMI dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, pembekalan seperti ini sangat relevan bagi siswa karena memberikan pengetahuan dasar yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa. Tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membangun kepedulian dan kesiapan mereka dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar siswa semakin terbiasa dengan budaya siaga dan tanggap terhadap kondisi darurat bencana, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.(ila/b)
Editor : Ayu Oktaviana