SUKAMARA-Program cetak sawah merupakan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan.
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman pernah menyampaikan jika pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 triliun untuk program cetak sawah seluas 70.000 hektare di wilayah Kalteng.
Sementara itu, Kabupaten Sukamara telah mempersiapkan lahan seluas 1.000 hektare untuk menyukseskan Program Cetak Sawah.
“Kami sudah usulkan 1.000 hektare, namun setelah dilakukan survei investigasi desain (SID) maka didapatkan seluas 962 hektare saja,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah Dwi Harsini mengatakan, Jumat (26/9/2025).
Dia menjelaskan, dengan luasan lahan tersebut sebenarnya sudah sangat maksimal yang dapat dilaksanakan di wilayah setempat, mengingat minimnya jumlah lahan yang dapat digunakan untuk pertanian.
“Jadi kita harus memilih secara terperinci daerah mana saja yang masih bisa ditanami padi untuk menyukseskan program ini. Karena itu, 962 hektare lahan yang digunakan untuk program cetak sawah ini juga tidak dalam satu hamparan,” ujarnya.
Dirinya merinci sejumlah lahan yang diperoleh dan sesuai untuk program cetak sawah tersebut yakni di Kecamatan Pantai Lunci di Desa Sungai Pasir seluas 350 hektare.
Kemudian Kecamatan Kuala Jelai tepatnya di Desa Pulau Nibung 90 hektare dan di Desa Sungai Baru seluas 522 hektare.
“Perlu diketahui juga lahan yang berada di Desa Sungai Baru dan Desa Pulau Nibung itu total 290 hektare akan digabungkan dengan rencana transmigrasi,” ucapnya.
Dirinya menerangkan, anggaran untuk program tersebut diperoleh dari APBN dengan kisaran sekitar sekitar Rp27 miliar untuk luasan 962 hektare. Sedangkan untuk mendukung program ini nantinya terkait pengadaan alat pertanian setiap 200 hektare dialokasikan sebesar Rp3,1 miliar.
“Nanti akan dibentuk juga Brigade Pangan yang akan mengelola setiap 200 hektare lahan tersebut. Tentunya kita berharap ini dapat sukses dan berjalan dengan baik,” harap Dwi.
Dirinya mengakui, adanya beberapa kendala yang menjadi perhatian pihaknya saat ini yakni terkait dengan sumber daya manusia terutama petani muda yang ada di daerah pesisir. Mengingat masih minim minat para generasi muda terhadap pertanian.(Antara)