MESKI dikenal sebagai pulau kecil, Kota Tarakan ternyata menyimpan pesona wisata alam yang tak kalah menarik.
Salah satunya adalah Hutan Juata Kerikil yang berlokasi di Kelurahan Juata Kerikil, Kecamatan Tarakan Utara.
Di kawasan ini, pengunjung akan disuguhi pemandangan tebing merah yang membentang sepanjang puluhan meter, menghadirkan panorama unik dan jarang ditemui di tempat lain.
Untuk mencapai lokasi, wisatawan memang perlu menempuh perjalanan cukup jauh dengan berjalan kaki.
Namun, rasa lelah akan terbayar lunas dengan suasana hutan yang masih asri, alami, dan belum banyak terjamah manusia.
Bagi yang berencana berkunjung, ada baiknya mempersiapkan stamina serta membawa bekal makanan dan minuman yang cukup.
Peralatan pendukung seperti sepatu gunung dan walkie talkie juga sangat disarankan, mengingat lokasi ini belum terjangkau sinyal internet maupun telepon.
Selain itu, pengunjung sebaiknya membawa pakaian ganti. Pasalnya, perjalanan menuju hutan biasanya mengikuti aliran sungai sejauh 5 hingga 10 kilometer.
Saat musim hujan, tantangan akan semakin berat karena wisatawan harus menembus arus sungai dengan ketinggian air yang bervariasi.
Hutan Juata Kerikil pun menjadi destinasi yang cocok bagi pecinta alam dan petualangan.
Keindahan alamnya yang masih alami menjadikannya sebagai salah satu surga tersembunyi di Tarakan.
Di perjalanan melintasi sungai, kita dapat melihat ikan dan udang kecil. Namun cukup sulit untuk menangkapnya.
Selain itu hutan Juata Kerikil terdapat tumbuhan yang memiki habitat asli di Pulau Sabah Malaysia yakni bunga Tuhau. Bunga Tuhau ialah tanaman yang biasanya dikonsumsi masyarakat Sabah.
Namun, disarankan kepada kalian yang ingin berkunjung agar tidak membuang sampah di sembarang tempat.
Disarankan agar membawa kantong plastik untuk membawa kembali sampah ke luar hutan. Dengan begitu, kita semua dapat menjaga kelestarian hayati alam. (jpg/abw)