Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

3 Hal Penyebab Umum Kerusakan Koper Saat Perjalanan Udara

Kiki KaltengPos • Kamis, 27 November 2025 | 14:25 WIB
ILUSTRASI : Penyebab Umum Kerusakan Koper Saat Perjalanan Udara. FREEPIK
ILUSTRASI : Penyebab Umum Kerusakan Koper Saat Perjalanan Udara. FREEPIK

KERUSAKAN koper, seperti lecet, roda lepas, ritsleting macet, atau handling patah, seringkali terjadi saat proses bongkar-muat bagasi di bandara. Meskipun kondisi koper baik saat check-in, tekanan waktu yang tinggi menuntut petugas penanganan bagasi (baggage handler) bekerja sangat cepat, yang terkadang membuat mereka harus melempar koper penumpang.

Selain itu, faktor ketidaksengajaan seperti koper terbentur benda keras selama proses penanganan yang terburu-buru juga sering menjadi penyebab utama mengapa koper penumpang mengalami kerusakan fisik.

Melansir dari situs Express pada Senin (15/9/2025) yang menyebutkan ada beberapa jenis koper yang rawan rusak di bandara, berikut ulasannya.

1. Koper dengan muatan besar
Penumpang kerap membawa barang dengan muatan besar. Menurut Handunneti, hal ini juga bisa mempersulit proses pemindahan koper. Maka penumpang dihimbau untuk mematuhi batas berat maksimal barang bawaan.

Misalnya kamu mendapatkan jatah bagasi 40 kilogram, pisahkan menjadi dua atau tiga bagian, yakni masing-masing 20 kg atau 15 kg dan 25 kg. Jangan langsung jadi satu 40 kg. Beberapa maskapai juga memiliki aturan batas berat per kopernya. Kamu bisa mengetahuinya lebih lanjut dengan membaca aturan bagasi di setiap maskapai sebelum berangkat.

Baca Juga: Kuau Raja, Burung Liar Langka Tertangkap Kameran di TNKM Kaltara

2. Koper yang tidak berkualitas
Koper yang tidak berkualitas memang rentan mengalami kerusakan saat proses bongkar-muat di bandara. Hal ini dikarenakan bahan-bahannya kurang terjamin atau memang kondisinya "tidak kebal" menghadapi situasi di bandara. Saat dilempar atau terkena benturan, koper tersebut mudah lecet, penyok, atau bahkan pecah.

3. Koper tanpa roda atau rodanya macet
Beberapa koper memang tidak dilengkapi roda, sehingga biasanya dibawa dengan cara dijinjing. Koper jenis ini rupanya menyulitkan pekerjaan para petugas handling, lho! Begitu pula dengan koper yang rodanya macet. Mereka terpaksa melemparnya, agar proses pemindahan bagasi berlangsung cepat dan efisien.

Baca Juga: Warisan Seni Budaya Jadi Sumber Ekonomi: Wayang Kamasan Tumbuh di Sentra UMKM Bali

Oleh karena itu, pastikan kopermu memiliki roda dan kondisinya sangat baik. Sebagian besar koper yang dijual sekarang memiliki setidaknya empat roda. Hal ini akan memudahkan petugas dalam mendorong dan memindahkannya dari dan ke dalam kargo pesawat.

Nah, sekarang kamu sudah tahu beberapa jenis koper yang mudah rusak di bandara. Jangan sampai kopermu masuk kriteria yang sudah dibahas tadi. (*)

Editor : Kiki Rizqie
#perjalanan udara #koper #kerusakan #penyebab #bandara