KALTENG POS - Bepergian dengan pesawat harusnya nyaman dan bebas stres, terutama saat penerbangan jarak jauh. Namun, banyak dari kita sering melakukan kesalahan fashion yang justru dapat menimbulkan ketidaknyamanan, masalah keamanan, hingga risiko kesehatan saat berada di udara.
Apa saja item yang sebaiknya Anda tinggalkan di koper atau ganti dengan pilihan yang lebih praktis? Merangkum dari berbagai sumber, berikut adalah panduan pakaian dan aksesori yang sebaiknya tidak Anda kenakan saat naik pesawat.
1. Pakaian yang Terlalu Ketat (Skinny Jeans, Korset)
Pakaian yang sangat ketat mungkin terlihat stylish, tetapi merupakan musuh kenyamanan saat terbang. Tekanan udara dalam kabin dapat menyebabkan perut kembung dan kaki bengkak. Pakaian ketat dapat menghambat sirkulasi darah, meningkatkan risiko pembekuan darah atau Deep Vein Thrombosis (DVT).
Maka Pilihlah pakaian dengan bahan yang stretch atau longgar, seperti celana jogger, legging, atau travel pants yang memiliki elastisitas baik.
2. Sepatu dengan Hak Tinggi atau Boots Berat
Sepatu yang sulit dilepas dan dipasang akan merepotkan Anda, terutama saat melewati pemeriksaan keamanan. Sepatu hak tinggi dapat membuat Anda sulit bergerak cepat dalam situasi darurat. Sementara boots berat dan bertali memakan waktu saat dilepas/dipakai dan menambah beban di kaki.
Dianjurkan untuk kenakan sepatu slip-on, sneakers ringan, atau flat shoes yang nyaman dan mudah dilepas saat screening bandara.
3. Logam Berlebihan dan Perhiasan Mencolok
Hindari perhiasan besar, ikat pinggang dengan gesper besar, atau pakaian yang memiliki banyak ritsleting logam. Benda-benda ini hampir pasti akan memicu alarm metal detector, memaksa Anda melepasnya berulang kali dan memperlambat antrean.
Letakkan semua perhiasan dan jam tangan berat di dalam tas jinjing Anda dan pasang kembali setelah melewati pemeriksaan. Pilih ikat pinggang tanpa logam jika memang diperlukan.
4. Bahan Pakaian yang Mudah Terbakar (Flammable Materials)
Meskipun ini adalah pertimbangan yang jarang dipikirkan, keselamatan adalah yang utama di penerbangan. Beberapa bahan sintetis, meskipun nyaman, dapat memiliki sifat yang mudah terbakar jika terjadi keadaan darurat (meskipun risikonya kecil).
Maka pilihlah pakaian yang berbahan alami seperti katun, linen, atau wool yang breathable dan relatif aman.
5. Parfum atau Cologne dengan Aroma Kuat
Pesawat adalah ruang tertutup dengan ventilasi terbatas. Bau yang kuat dapat mengganggu atau memicu alergi penumpang lain. Aroma yang kuat, sefavorit apa pun itu, dapat menyebabkan mual atau sakit kepala bagi penumpang yang sensitif.
Gunakan parfum atau body spray dalam jumlah minimal, atau tunda memakainya sampai Anda tiba di destinasi.
6. Pakaian Musim Panas Terlalu Terbuka (Crop Top, Celana Pendek Mini)
Meskipun Anda terbang dari lokasi panas ke panas, suhu kabin pesawat sangat dingin dan sering tidak dapat diprediksi.
Pakaian terbuka membuat Anda rentan kedinginan, terutama di malam hari atau penerbangan jarak jauh. Kursi pesawat tidak selalu sebersih yang kita bayangkan.
Meminimalkan kontak langsung kulit dengan permukaan kursi adalah ide yang baik. Selalu bawa jaket, kardigan, atau selimut travel dan gunakan celana panjang yang nyaman. Layering adalah kunci kenyamanan di pesawat.
7. Lensa Kontak (Contact Lenses)
Lensa kontak bukan pakaian, tetapi aksesori yang sebaiknya dihindari selama penerbangan panjang. Udara kabin pesawat sangat kering. Ini dapat menyebabkan mata Anda kering, iritasi, dan membuat penggunaan lensa kontak menjadi sangat tidak nyaman.
Solusinya ganti lensa kontak Anda dengan kacamata saat terbang, dan bawa tetes mata pelembap jika perlu.
Saat terbang, pilihlah kenyamanan, kepraktisan, dan keselamatan di atas gaya. Merasa nyaman berarti Anda dapat tidur lebih nyenyak dan tiba di tempat tujuan dengan kondisi yang lebih segar. (*)
Editor : Kiki Rizqie