MUARA TEWEH - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam turut berpartisipasi dalam rapat koordinasi persiapan program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) yang berfokus pada penyediaan Masjid Ramah Pemudik (RMP) menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kegiatan yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting pada Senin (9/3/2026) tersebut diikuti langsung oleh Kepala Seksi Bimas Islam, Almubasir, S.Pd.I., dari ruang kerjanya.
Pertemuan daring tersebut merupakan langkah awal persiapan program berskala nasional yang bertujuan menciptakan masjid-masjid sebagai tempat persinggahan yang aman dan nyaman bagi para pemudik yang menempuh perjalanan panjang ke kampung halaman.
Dalam agenda rapat, dibahas secara rinci berbagai aspek teknis mengenai kesiapan masjid, seperti standar pelayanan yang harus dipenuhi, fasilitas penunjang yang wajib tersedia, serta peran aktif para pengurus masjid dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat yang singgah.
Almubasir menyampaikan bahwa untuk wilayah Kabupaten Barito Utara, pihaknya telah menetapkan tiga masjid yang akan diikutsertakan dalam program Masjid Ramah Pemudik.
"Ketiga masjid ini dipilih karena berada di titik-titik strategis yang dilintasi kendaraan antar kabupaten hingga antar provinsi, sehingga sangat potensial menjadi lokasi istirahat bagi para musafir," Ujarnya.
Tiga masjid yang disiapkan sebagai Masjid Ramah Pemudik di Barito Utara meliputi Masjid Istiqomah yang berlokasi di Desa Kandui, Kecamatan Gunung Timang; Masjid Ahmad Bakrie di Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru; dan Masjid Al Huda yang berada di Kilometer 7 jalur menuju Puruk Cahu.
Ketiga masjid ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi para pelintas yang memerlukan tempat rehat sejenak di tengah perjalanan.
Menurut Almubasir, pemilihan lokasi tersebut didasari oleh sejumlah pertimbangan matang, seperti posisi geografis yang mudah dijangkau, tingkat aksesibilitas, serta kelengkapan fasilitas dasar di lingkungan masjid. Ia optimistis ketiga masjid tersebut layak menyandang status ramah pemudik karena berada di jalur utama yang biasa dipadati kendaraan, terutama saat puncak arus mudik Lebaran.
Almubasir juga mengungkapkan harapannya agar program ini dapat terealisasi dengan baik dan membawa manfaat langsung bagi masyarakat yang tengah dalam perjalanan mudik.
Ia mengajak para takmir masjid untuk terus menjaga kebersihan serta memastikan fasilitas yang ada selalu dalam kondisi siap pakai, sehingga para pemudik dapat merasakan kenyamanan saat singgah.
“Kami berharap masjid-masjid yang telah ditunjuk ini dapat memberikan pelayanan optimal, mulai dari kebersihan area ibadah, ketersediaan toilet yang bersih, hingga tempat parkir yang luas. Dengan begitu, para musafir bisa beristirahat dengan tenang dan aman,” jelasnya.
Melalui program Ekspedisi Masjid Indonesia, Masjid Ramah Pemudik ini, Kementerian Agama berkomitmen untuk memperluas fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai pusat layanan sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas, khususnya bagi para pemudik yang menempuh perjalanan jauh saat menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah. (ren)
Editor : Ayu Oktaviana