Site icon KaltengPos

Adanya Larangan Mudik, Organda Sangat Terpukul

PALANGKA RAYA-Sementara itu, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kalteng Lodewick CH Iban mengatakan, anggota Organda merasa sangat terpukul dengan adanya kebijakan pemerintah terkait larangan mudik.

Lodewick menuturkan, sampai saat ini kondisi usaha para anggota Organda Kalteng, baik usaha angkutan travel maupun bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dan antar kota antar provinsi (AKAP), masih memprihatinkan karena mengalami penurunan jumlah penumpang.

Ia mencontohkan angkutan travel, rata rata jumlah penumpang saat ini hanya sekitar 25-30 persen tiap kali berangkat. Jumlah keterisian penumpang yang hanya seperti itu dianggap berat bagi pengusaha angkutan travel untuk mempertahankan usahanya.

Terlebih mendekati lebaran. Para pengusaha travel tentu memiliki banyak keperluan yang harus dipenuhi.

Lodewik mengatakan pihak Organda merasa senang dan bersyukur mendengar adanya izin bagi masyarakat untuk bisa melakukan perjalanan mudik dalam wilayah Kalteng.

Kebijakan itu dinilai bisa membantu para pengusaha angkutan travel memperoleh peningkatan pendapatan. Lodewik juga meminta agar pemerintah bisa memberikan perhatian, dukungan, dan bantuan kepada para pengusaha jasa angkutan darat. Organda siap mendukung kebijakan pemerintah terkait aturan larangan mudik antarprovinsi.

“Yang penting bagi kami, pemerintah konsekuen dengan kebijakan,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang sopir travel yang tak ingin namanya disebutkan mengaku sangat keberatan dengan adanya larangan bagi para sopir travel untuk mengangkut penumpang selama masa lebaran.

Menurut pria yang mengaku sering mengantar penumpang Palangkaraya-Banjarmasin, pemberlakuan larangan itu sama saja mematikan usaha para sopir travel mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

“Jangankan cari pendapatan untuk lebaran, untuk hari-hari biasa saja sudah sangat susah,” tuturnya.

Ia pun mengaku akan tetap mengatar penumpang selama masa larangan mudik lebaran 6-17 Mei karena tuntutan hidup. “Terus terang kalau dibilang takut sama corona, ya saya juga takut, tapi mau gimana, lebih baik saya mati karena corona daripada anak dan bini di rumah mati karena tak makan,” ucapnya.

Sementara itu, pernyataan Sekda Kalteng yang menyebut tidak ada pembatasan antarkabupaten/kota dalam provinsi, disambut baik oleh Pemkab Kotawaringin Barat (Kobar).

Hal ini sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat yang beberapa pekan terakhir khawatir akan adanya larangan mudik antarkabupaten/kota. “Kami sambut gembira atas diperbolehkannya mudik antarkabupaten/kota. Masyarakat tidak lagi merasa khawatir,” ucap Bupati Kobar Hj Nurhidayah sembari menyebut apa yang menjadi arahan pemprov itu akan segera direalisasikan dan masyarakat diimbau tetap mematuhi protokol kesehatan. (nue/sja/son/ce/ala)

Exit mobile version