Site icon KaltengPos

Diduga Dimansa Hewan, Pemancing Tewas Tinggal Tulang

DITEMUKAN : Warga akhirnya menemukan korban bernama Sandi Setiawan setelah sempat menghilang di DAS Kumai, Rabu (23/2). Foto: TNI Al Kumai untuk kaltengonline

PANGKALAN BUN – Setelah sempat dinyatakan hilang, akhirnya satu diantara dua pemancing, warga Kecamatan Kumai Kotawaringin Barat, bernama Sandi Setiawan ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dan tinggal tulang belulang, Rabu (23/2). Sedangkan satu orang lainnya bernama Jainudin masih dalam pencarian. Keduanya dinyatakan hilang saat memancing di Sungai Nyirih DAS Kumai. Saat ini tim gabungan, Basarnas, Satpol Air Polres, TNI AL dan warga masih melakukan pencarian.

Kapolres Kobar AKBP Bayu Wicaksono melalui Kasat Pol Air AKP Roni Paslah mengatakan, bahwa saat ini tim masih melakukan pencarian dan penyisiran terhadap satu korban lagi. Korban yang ditemukan ini sudah dibawa pulang ke rumah korban untuk segera dimakamkan oleh keluarganya.

Dikatakanya, kejadian ini sendiri terjadi ketika tiga orang bernama Mat Hari, Sandi Setiawan dan Jainudin pergi memancing dengan menggunakan sampan bermesin di daerah sungai Nyirih DAS Kumai, Selasa (22/2). Pada sore harinya, umpan pancing habis. Akhirnya Mat Hari mencari umpan ke tepi sungai. Sedangkan dua orang lainnya, menunggu di sampan.

Namun saat Mat Hari kembali, dirinya sudah tidak mendapati kedua rekannya di lokasi tersebut. Namun, dirirnya belum curiga dan mencari kedua kawannya tersebut. Namun karena tak kunjung ketemu, dirinya melaporkan kejadian tersebut ke Basarnas, TNI AL,KSOP dan Satpol Air Polres Kobar.

“Mendapati laporan terbut tim gabungan langsung melakukan pencarian dan penyisiran. Namun, sampai pukul 02.00 WIB korban tidak kunjung ditemukan,”katanya.

Pada keesokan harinya tim gabungan kembali melakukan pencarian. Akhirnya, sekitar 15 meter dari lokasi kejadian, ditemukan satu orang korban bernama Sandi Setiawan. Korban ditemukan dengan kondisi tingga tulang belulang.  Diduga korban dimakan hewan atau ikan di bawah dasar sungai. Korban lantas diangkat dan dibawa ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan visum atau otopsi memastikan penyebab kematiannya.

“Sampai saat ini kami masih melakukan pencarian terhadap korban satu lagi. Kami akan terus mencari agar bisa segera ditemukan satu korban lagi,”ujarnya.( son/ko)

Exit mobile version