Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Tiang Jembatan Alternatif Sei Lenggana Jebol! Lalu Lintas Sampit-Pangkalan Bun Lumpuh Total

Agus Pramono • Kamis, 7 Agustus 2025 | 21:21 WIB
Jembatan alternatif Sei Lenggana ambruk
Jembatan alternatif Sei Lenggana ambruk

 

SAMPIT-Jembatan sementara di kawasan Sei Lenggana Jalan Jenderal Sudirman, kilometer 21, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengalami kerusakan alias jebol saat dilewati truk.

Akibatnya, jembatan yang biasa digunakan sebagai jalur alternatif Sampit menuju Pangkalan Bun itu tidak bisa dilewati kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Informasi ini disampaikan langsung oleh petugas Satlantas Polres Kotim, Aipda Roni Hidayat, dalam laporan resminya, Kamis (7/8/2025). 

"Pada saat ini jembatan tidak bisa dilewati karena terjadi kerusakan kembali," ujar Roni dalam laporannya yang disampaikan dari lokasi kejadian.

Kerusakan ini menambah catatan yang terjadi di jalur alternatif tersebut.

Padahal, jembatan ini cukup vital mengingat jembatan utama tangah dilakukan perbaikan.

Sebelumnya perbaikan jembatan alternatif itu sudah sempat dilakukan perbaikan sehingga lalulintas sempat ditutup.  

Meski belum ada penjelasan rinci mengenai bentuk kerusakan dan penyebabnya, pihak kepolisian memastikan telah menghubungi kontraktor pelaksana untuk segera melakukan perbaikan.

"Dan kita sudah menghubungi pihak kontraktor untuk memperbaiki segera jembatan (alternatif) Sei Lenggana," tuturnya. 

Dari video yang beredar di media sosial, jembatan alternatif itu rusak diduga akibat tidak sanggup menahan beban kendaraan.

Dari video tersebut, bagian tengah jembatan terlihat bolong. Sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi terkait estimasi waktu perbaikan jembatan maupun pembukaan kembali akses lalu lintas.

Masyarakat diimbau untuk bersabar, tetap mengikuti arahan petugas di lapangan, dan menghindari jalur tersebut untuk sementara waktu.

Salah satu sopir travel lintas Sampit–Pangkalan Bun, Acek (36), mengaku sangat terdampak dengan rusaknya jembatan alternatif tersebut, apalagi dirinya berangkat dari Sampit menuju Pangkalan Bun pada malam ini, dengan adanya penutupan tersebut keberangkatannya di tunda.

“Kami benar-benar kesulitan dengan adanya kerusakan jalan tersebut, Penumpang kami tidak jadi berangkat, Kalau begini bukan cuma kami yang rugi, tapi juga masyarakat yang butuh mobilitas cepat,” ungkapnya  

Acek berharap pemerintah dan kontraktor bergerak cepat menangani masalah ini agar jalur alternatif bisa segera kembali dilalui walaupun dengan buka tutup dan meminta agar truk Muatan yang melebihi kapasitas 8 ton di larang lewat sementara perbaikan jembatan.

“Setidaknya kalau jembatan darurat belum kuat, dibatasi truk besar jangan lewat dulu. Kami yang angkut orang jadi ikut kena imbasnya. Padahal ini satu-satunya jalur,” keluhnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi terkait estimasi waktu perbaikan jembatan maupun pembukaan kembali akses lalu lintas.

Masyarakat diimbau untuk bersabar, tetap mengikuti arahan petugas di lapangan, dan menghindari jalur tersebut untuk sementara waktu. (mif/bah)

Editor : Agus Pramono