Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Banjir Melanda Kabupaten Gunung Mas dan Kapuas, Potensi Hujan Lebat Masih Terjadi di Akhir Agustus 2025

Ayu Oktaviana • Kamis, 21 Agustus 2025 | 10:40 WIB
Banjir merendam rumah warga akibat hujan deras di Kabupaten Gunung Mas, Rabu (20/8/2025). BPPBD KALTENG
Banjir merendam rumah warga akibat hujan deras di Kabupaten Gunung Mas, Rabu (20/8/2025). BPPBD KALTENG

PALANGKA RAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) pada periode 20–26 Agustus 2025. Peringatan ini terbukti dengan terjadinya banjir di Kabupaten Gunung Mas, Rabu (20/8/2025).

Berdasarkan data BMKG, wilayah yang berpotensi diguyur hujan deras dalam sepekan ke depan antara lain Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, hingga Kapuas bagian utara. Palangka Raya bagian utara juga diprediksi berisiko mengalami hujan intensitas tinggi.

“Sejumlah wilayah Kalteng perlu meningkatkan kewaspadaan karena potensi hujan sedang hingga lebat bisa disertai petir dan angin kencang. Ini memungkinkan akan terjadi banjir, tanah longsor, juga pohon tumbang. Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan selalu memantau pembaruan informasi cuaca,” ujar Prakirawan, Lian Adriani.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BP-BPK Provinsi Kalteng, Ahmad Thoyib, menyampaikan pihaknya masih memantau situasi banjir di Gunung Mas dan menunggu laporan lengkap dari BPBD setempat. “Untuk sementara kami monitor di lapangan dan menunggu laporan resmi dari BPBD Gumas nanti sore atau malam,” jelasnya.

Meski data resmi jumlah fasilitas terdampak dan kondisi warga belum keluar, banjir diperkirakan menggenangi sejumlah permukiman, fasilitas umum, serta akses jalan di beberapa titik rawan di Gunung Mas. BPBD Kalteng juga telah menyiagakan tim reaksi cepat (TRC) dan berkoordinasi dengan aparat TNI, Polri, serta relawan setempat untuk mengantisipasi jika situasi memburuk.

Selain itu, BMKG juga memperingatkan potensi bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi, seperti banjir, tanah longsor, genangan air, dan pohon tumbang. “Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama di wilayah rawan bencana. Hindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat disertai petir dan angin kencang,” kata Prakirawan Lian.

Di sisi lain, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga masih menjadi ancaman di Kalteng, sehingga masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi apa pun.

Sementara itu, hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kapuas selama sepekan terakhir menyebabkan banjir di Dusun Jakatan Masupa, Desa Tumbang Manyarung, Kecamatan Mandau Telawang. Akibatnya, sedikitnya 17 rumah warga terseret arus banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas Pangeran S. Pandiangan membenarkan kejadian tersebut. Dia mengungkapkan, laporan awal yang diterima pihaknya menyebutkan ada 11 rumah di Dusun Jakatan Masupa yang hanyut. Namun, informasi terbaru dari lapangan menambah jumlah rumah yang terdampak.

“Dari data yang masuk, ada 11 rumah terseret banjir di Dusun Jakatan Masupa. Kemudian laporan terbaru dari Desa Tumbang Manyarung, ada tambahan 6 rumah lagi. Jadi total ada sekitar 17 rumah terseret derasnya arus banjir,” jelas Pangeran, Rabu (20/8/2025).

Ia menjelaskan, banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi hampir setiap hari dalam satu pekan terakhir. Kondisi itu membuat debit air sungai meningkat drastis hingga meluap ke pemukiman warga.

Menindaklanjuti kejadian ini, BPBD Kapuas telah menurunkan tim ke lokasi terdampak pada Rabu siang. “Tim sudah kita kirimkan sekitar pukul 12.00 WIB, dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Kedaruratan untuk melakukan kaji cepat di lapangan,” terangnya.

Sebelum tim bergerak, BPBD Kapuas terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial dan Camat Mandau Telawang untuk penanganan lanjutan, khususnya terkait bantuan bagi warga terdampak.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait, baik Dinas Sosial maupun pemerintah kecamatan, agar penanganan bisa dilakukan cepat, terutama untuk kebutuhan darurat masyarakat,” ujar Pangeran.

BPBD Kapuas juga mengimbau warga di wilayah rawan banjir untuk selalu waspada mengingat intensitas hujan masih tinggi. “Kami minta warga tetap berhati-hati dan segera melapor jika terjadi kejadian serupa, supaya bisa segera ditangani,” pungkasnya. (zia/art/ala)

Editor : Ayu Oktaviana
#pembakaran lahan #BPBD Kapuas #banjir #darurat #kalimantan tengah #hujan intensitas tinggi #rawan banjir #prakirawan #tim reaksi cepat #Debit Air Sungai #potensi hujan #Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika #Bencana hidrometeorologi #gunung mas #tanah longsor #waspada