Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Heboh Warga Uganda Berkumpul di Hutan Sambut Hari Kiamat

Anisa Bahril Wahdah • Rabu, 1 Oktober 2025 | 14:55 WIB
Tangkapan layar video yang beredar di media sosial warga Uganda berkumpul di hutan.
Tangkapan layar video yang beredar di media sosial warga Uganda berkumpul di hutan.

 

ISU kiamat kembali mencuri perhatian publik dunia, kali ini muncul dari Uganda. Ratusan warga di negara Afrika Timur itu dilaporkan meninggalkan rumah, pekerjaan, hingga tabungan mereka untuk berkumpul di sebuah hutan terpencil.

Mereka meyakini dunia akan berakhir pada 23–24 September 2025, sesuai ramalan seorang pemuka agama asal Afrika Selatan, Joshua Mhlakela.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan mereka tengah berkumpul di hutan untuk menyambut hari kiamat.

Fenomena ini bukan hanya mengundang rasa penasaran warganet global, tetapi juga memicu keprihatinan karena melibatkan eksodus massal masyarakat sipil yang rela meninggalkan seluruh rutinitas demi menunggu apa yang diyakini sebagai hari pengangkatan ke surga.

Mengutip metropolitanid, media lokal Uganda melaporkan, para pengikut nubuat Mhlakela bergerak meninggalkan desa mereka menuju sebuah hutan di bagian barat negara tersebut.

Di sana, mereka membangun tenda darurat dan berkemah bersama keluarga sambil menantikan “hari kiamat”.

Sejumlah saksi mata menyebut, sebagian warga bahkan menjual barang berharga hingga menutup usaha kecil milik mereka. Mereka percaya harta duniawi tak lagi berguna, sebab Tuhan akan segera datang menjemput.

Ramalan Joshua Mhlakela yang Jadi Pemicu

Nubuat mengenai kiamat ini pertama kali mencuat lewat khotbah Joshua Mhlakela, seorang pendeta kontroversial asal Afrika Selatan yang sebelumnya dikenal aktif di media sosial.

Ia menyebut dunia akan berakhir di akhir September, dan menyerukan umatnya untuk meninggalkan rumah serta membersihkan diri di alam terbuka agar siap menyambut kedatangan Sang Penyelamat.

Khotbah Mhlakela kemudian menyebar secara cepat melalui Facebook, TikTok, hingga grup WhatsApp komunitas gereja, memperkuat rasa takut di kalangan warga Uganda yang terpapar pesan tersebut.

Dalam hitungan hari, ratusan orang sudah mengemas barang dan pindah ke hutan, sementara sebagian lainnya hanya menunggu di rumah dalam ketakutan.

Gelombang kepanikan ini mendorong aparat keamanan Uganda turun tangan untuk mengevakuasi sejumlah anak-anak dan lansia dari lokasi pengungsian dadakan di hutan.

Pemerintah setempat menilai fenomena ini berbahaya karena berpotensi memicu gangguan kesehatan, kekurangan pangan, hingga bentrokan dengan warga yang tidak percaya pada nubuat tersebut. (net/abw)

Editor : Ayu Oktaviana
#pemuka agama #ramalan #hari kiamat #kiamat #Afrika Timur #kontroversial #tenda darurat #uganda #fenomena #Eksodus Massal