Site icon KaltengPos

Bandara Haji Asan Dipadati Pemudik

PARKIR : Pesawat NAM Air saat parkir di Bandara Haji Asan Sampit sebelum lepas landas, belum lama ini.  MIFTAH/KALTENG POS

SAMPIT-Mendekati perayaan Idulfitri, Bandar Udara (Bandara) Haji Asan Sampit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dipadati ribuan pemudik yang hendak pulang ke kampung halaman. Sejak H-10 Lebaran, seluruh penerbangan dari bandara ini penuh. Bahkan pengelola bandara harus menambah penerbangan ekstra (extra flight) untuk mengakomodasi lonjakan penumpang. Sejak awal arus mudik hingga Selasa (25/3), tercatat ada 1.051 penumpang berangkat ke berbagai tujuan dan 810 penumpang yang tiba di Sampit.

Kasi Teknik Operasi, Keamanan, dan Pelayanan Darurat Bandara Haji Asan Sampit Tedy Rachmajadi mengungkapkan, lonjakan jumlah penumpang ini sudah terjadi sebelum arus mudik Lebaran dimulai. Pihak pengelola bandara bahkan menambah extra flight untuk rute Sampit-Surabaya, guna mengangkut para pemudik yang membeludak.

“Tahun ini arus mudik Lebaran meningkat. Sejak H-10, seluruh penerbangan sudah penuh. Bahkan sejak awal bulan, kami menambah extra flight ke Surabaya tiap hari Selasa,” terangnya kepada Kalteng Pos, Selasa (25/3).

Bandara Haji Asan Sampit melayani penerbangan rute Sampit-Jakarta tiap hari, rute Sampit-Surabaya tiap hari Minggu, Senin, Rabu, dan Jumat, serta rute Sampit-Semarang tiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Tedy mengatakan, dari tiga rute tersebut, rute tujuan Semarang paling sepi peminat. Namun, saat ini penerbangan ke Semarang justru dipadati pemudik.

“Biasanya penerbangan ke Semarang kurang peminat, bahkan ada yang dibatalkan karena kurangnya jumlah penumpang. Namun, pada momen mudik Lebaran kali ini, penerbangan penuh, bahkan banyak yang tidak mendapat kursi. Akhirnya, mereka memutuskan berangkat dari Palangka Raya,” katanya.

Ia menambahkan, lonjakan penumpang di bandara tahun ini sangat tinggi dibandingkan tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh penggunaan pesawat jenis Boeing 737 seri 500, yang dapat mengangkut lebih dari 200 penumpang dalam sekali penerbangan.

“Lonjakan penumpang tahun ini jauh berbeda. Tahun lalu kami hanya melayani penerbangan dengan Nam Air dan Wings Air, yang memiliki kapasitas 70 penumpang untuk rute Sampit-Surabaya,” jelasnya.

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada awal cuti Idulfitri, yakni tanggal 28 dan 29 Maret. Hal ini terlihat dari tingginya antusiasme masyarakat yang ingin mudik pada tanggal tersebut. Rencananya, pihak pengelola bandara akan mengajukan extra flight ke maskapai untuk mengakomodasi lonjakan penumpang pada puncak arus mudik.

“Kami telah ajukan permintaan ke pihak NAM Air, karena mempertimbangkan lonjakan jumlah penumpang dan masih menunggu kabar dari NAM Air pusat,” bebernya.

Meskipun minat masyarakat untuk mudik menggunakan jasa transportasi udara sangat tinggi, tetapi tidak berdampak pada harga tiket pesawat. Bahkan, pemerintah telah memberikan diskon harga tiket.

Untuk rute Sampit-Jakarta dan sebaliknya, harga tiket yang semula Rp1.465.000 diturunkan menjadi Rp1.278.410. Rute Sampit-Surabaya turun dari Rp1.198.000 menjadi Rp1.040.380. Lalu, rute Sampit-Semarang dari Rp1.249.000 menjadi Rp1.088.630. Harga tiket tersebut berlaku selama periode arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Kendati demikian, seluruh tiket pesawat telah habis terjual, bahkan sebelum musim mudik dimulai.

“Alhamdulillah, pemerintah memberikan diskon harga tiket sebesar 13 persen. Harga ini berlaku selama arus mudik dan balik Lebaran,” sebutnya.

Karena tingginya antusiasme pemudik, Tedy mengimbau para penumpang untuk datang ke bandara 30 menit sebelum jadwal keberangkatan.

“Kalau ada yang ketinggalan pesawat, tidak bisa lagi berangkat, karena harus melalui proses check-in dan lain-lain. Kami juga tidak bisa menggeser jadwal penerbangan karena permintaan yang sangat padat,” imbuhnya. (mif/ce/ala)

Exit mobile version