KALTENGPOS.JAWAPOS.COM - Geger di media sosial usai seorang anak berusia 12 tahun dengan inisial NS meninggal dunia yang diduga jadi korban penganiayaan oleh ibu tirinya.
Sebuah video viral saat NS, warga Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Sukabumi, Jawa Barat terbaring lemah di rumah sakit sambil ditanya siapa yang melakukan kekerasan pada dirinya.
Dengan lirih ia menyebut, ‘Mamah’ dan sang ibu tiri dihadiahi pukulan oleh ayah kandung NS yang berada di sisi lain ranjang rumah sakit.
Kasus tersebut viral karena memantik keprihatinan sekaligus kemarahan dari warganet.
Ayah Berada di Luar Kota, Mendapat Kabar Anaknya Sakit
Kondisi NS yang penuh luka di tubuhnya diketahui oleh sang ayah saat berada di luar kota.
Ayah NS, Anwar Satibi sedang bekerja di luar kota mendapat telepon dari istrinya yang mengabarkan bahwa anaknya sedang sakit.
“Pas pulang, sebelum berangkat kan belum terjadi apa-apa. Maksudnya kulitnya belum hancur, belum apa-apa,” ucap Anwar kepada awak media di RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi pada Jumat, 20 Februari 2026.
“Pas pulang kondisinya sangat jauh dari sebelumnya,” imbuhnya.
Anwar mendapati kulit anaknya melepuh dan mendapat jawaban dari istrinya bahwa NS mengalami demam.
Ibu Tiri Pernah Melakukan Penganiayaan pada NS
Diungkap oleh Anwar sendiri, istrinya pernah menganiaya NS dan sudah dilaporkan ke Polisi.
“Sebelumnya dulu juga pernah terjadi penganiayaan, saya laporkan, cuma istri saya datang memohon, sujud ke saya dan akhirnya saya minta saran ke Pak Asep dan tidak ada salahnya memaafkan siapa tahu berubah,” terangnya.
Saat itu, istrinya juga membuat surat pernyataan terkait insiden tersebut.
“Dibikinkan surat pernyataan dan video pernyataan, dan sebetulnya laporan tersebut belum dicabut. Itu setahun yang lalu, kelas 6 SD kan sekarang kelas 1 SMP,” imbuhnya.
Hasil Autopsi NS
Kepala RS Bhayangkara Setukpa, Kombes Pol dr. Carles Siagian, mengungkapkan bahwa tim forensik menemukan adanya sejumlah luka bakar pada tubuh korban.
Luka tersebut tersebar di beberapa bagian anggota gerak hingga area wajah.
“Dari hasil ditemukan, anak-anak usia 12 tahun dengan luka bakar di anggota gerak di kaki kiri, kemudian ada beberapa luka juga di punggung dan luka bakar, juga ada di area bibir dan hidung yang diduga karena luka bakar,” ujar Carles kepada awak media pada Jumat, 20 Februari 2026.
Meski begitu, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian NS karena masih menunggu hasil laboratorium lainnya.
“Penyebab kematian masih belum bisa disimpulkan karena dari luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian,” tambahnya.
“Sudah dilakukan pemeriksaan dalam, organ-organ diautopsi dan kami melakukan pemeriksaan laboratorium yang dikirim ke Jakarta. Kami sedang menunggu hasil untuk mengetahui apakah ada zat-zat lain di dalam organ,” papar Carles lagi.
Ia juga menyebutkan bahwa jantung dan paru-paru NS mengalami pembengkakan, tapi belum diketahui apakah itu terkait dengan dugaan penganiayaan atau ada penyakit lainnya.
Ayah korban juga mendukung adanya proses autopsi untuk mengetahui penyebab kematian anaknya.(ram)
Editor : Ayu Oktaviana