Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Air Bersih Tersendat, Bupati Saiful: Peralatan PDAM Lebih Tua dari Usia Kabupaten Katingan

Agus Pramono
Penulis: Agus Pramono❯
Bupati Saiful dan kondisi air PDAM
Bupati Saiful dan kondisi air PDAM

 


Advertisement

KASONGAN–Bupati Katingan Saiful, secara resmi menanggapi keluhan masyarakat terkait mandeknya distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Katingan dalam beberapa pekan terakhir.

Dia mengungkapkan bahwa mayoritas peralatan yang digunakan oleh PDAM Katingan saat ini sudah tidak layak pakai dan sudah seharusnya diganti.

"Faktanya, usia peralatan yang digunakan itu sudah sangat tua, bahkan ada yang pengadaannya jauh sebelum Kabupaten Katingan ini resmi berdiri," ujar Saiful saat dibincangi Kalteng Pos, Senin (26/1/2026).

Advertisement

Untuk diketahui, pada tanggal 20 Juli 2026 nanti, Kabupaten Katingan genap berusia 24 tahun.

Menyikapi situasi tersebut, Saiful menyatakan keprihatinan mendalam atas terganggunya layanan dasar yang seharusnya dinikmati masyarakat secara layak.

Bupati juga menjanjikan akan mengevaluasi kinerja penyelenggara PDAM Katingan dalam waktu dekat.

Advertisement

Menurut Saiful, kondisi ini merupakan masalah serius yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga selaku pelanggan setia.

Dalam keterangannya, Saiful membeberkan bahwa kendala utama dalam distribusi air ini berakar pada kurang layaknya infrastruktur teknis.

Meskipun urgensi perbaikan sangat tinggi, Bupati mengakui bahwa pemerintah daerah saat ini menghadapi kendala finansial.

Belum tersedianya alokasi anggaran khusus untuk pembaharuan alat distribusi air menjadi hambatan utama dalam melakukan perbaikan secara instan. Situasi ini memaksa pemerintah untuk mencari formulasi kebijakan keuangan yang tepat agar pembenahan infrastruktur PDAM dapat masuk dalam prioritas pembangunan mendatang.

Menindaklanjuti carut-marutnya pelayanan tersebut, Pemerintah Kabupaten Katingan menegaskan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja manajemen dan penyelenggara PDAM. Langkah ini diambil guna mengidentifikasi titik lemah operasional serta mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang bagi para pelanggan. Evaluasi tersebut diharapkan menjadi pintu masuk untuk membenahi sistem distribusi yang selama ini dikeluhkan publik.

"Mudah-mudahan dengan adanya evaluasi nanti, kita bisa memberikan solusi konkret terhadap apa yang dikeluhkan oleh masyarakat pelanggan PDAM itu sendiri," pungkas Saiful.

Pemerintah daerah pun meminta masyarakat untuk sedikit bersabar sembari pihaknya mengupayakan langkah-langkah strategis demi menjamin ketersediaan air bersih kembali normal di seluruh wilayah Kabupaten Katingan. (eri/ala)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kalteng PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Satgas TMMD Kodim 1016/Plk Bangun Sumur Bor demi Penuhi Kebutuhan Air Bersih

Satgas TMMD Kodim 1016/Plk Bangun Sumur Bor demi Penuhi Kebutuhan Air Bersih

SatgasTMMD ke-130 Kodim 1016/Plk melakukan pembangunan sumur bor di kawasan Jalan Victoria, Kelurahan Bukit Tunggal.

Pangdam XXII Tambun Bungai Kerahkan Prajurit Distribusikan Air Bersih ke Warga Terdampak

Pangdam XXII Tambun Bungai Kerahkan Prajurit Distribusikan Air Bersih ke Warga Terdampak

Prajurit Kodam XXII/Tambun Bungai terjun langsung mendistribusikan bantuan air bersih bagi warga Desa Maliku Mulia.

Atasi Krisis Air Bersih, Anggota DPD RI Siti Aseanti Salurkan 12.000 Liter Air ke Pulang Pisau

Atasi Krisis Air Bersih, Anggota DPD RI Siti Aseanti Salurkan 12.000 Liter Air ke Pulang Pisau

Anggota DPD RI asal Kalimantan Tengah, Siti Aseanti, menyalurkan bantuan 12.000 liter air bersih bagi warga Desa Talio Muara,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer