Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Awas Kanker! Bahaya Formalin dalam Makanan dan Cara Mengenalinya

K
Penulis: Kiki KaltengPos❯
ILUSTRASI : Ikan Teri kering. FREEPIK
ILUSTRASI : Ikan Teri kering. FREEPIK

KALTENG POS - FORMALIN, atau yang dikenal sebagai formaldehida, adalah larutan kimia kuat yang sangat umum digunakan dalam industri sebagai desinfektan, bahan pengawet mayat (pengawetan spesimen biologis), dan bahan baku industri tekstil atau plastik. Namun, dalam beberapa kasus yang mengkhawatirkan, zat berbahaya ini sering disalahgunakan sebagai pengawet makanan.


Advertisement

Mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung formalin, meskipun dalam dosis kecil, dapat membawa bahaya serius bagi kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang.

Apa Itu Formalin dan Mengapa Berbahaya?
Formalin adalah senyawa kimia beracun yang tidak diizinkan untuk digunakan pada makanan oleh badan pengawas makanan mana pun di dunia.

Advertisement

Formalin adalah zat yang sangat reaktif. Ketika masuk ke dalam tubuh, ia dapat berinteraksi dengan protein dan asam nukleat (DNA/RNA) dalam sel, mengganggu fungsi sel normal dan menyebabkan mutasi.

Formalin diklasifikasikan sebagai karsinogen (zat pemicu kanker) oleh lembaga kesehatan internasional (WHO). Paparan kronis sangat meningkatkan risiko kanker.

Makanan/minuman yang mengandung formalin tidak dapat hilang atau dinetralkan sepenuhnya melalui proses pencucian, perebusan, atau penggorengan.

Advertisement

Dampak Formalin pada Tubuh Manusia

Bahaya mengonsumsi formalin dapat dibagi menjadi efek akut (langsung) dan efek kronis (jangka panjang).

1. Efek Akut (Paparan Jangka Pendek): ketika seseorang mengonsumsi makanan dengan kadar formalin tinggi, reaksi yang cepat mungkin terjadi diantaranya gangguan Pencernaan, kerusakan organ, sistem Saraf, gagal ginjal.

2. Efek Kronis (Paparan Jangka Panjang): Paparan formalin yang berulang, meskipun dalam kadar rendah, adalah yang paling berbahaya karena efeknya terakumulasi dari waktu ke waktu.

Risiko paling menakutkan adalah peningkatan risiko kanker, terutama kanker saluran cerna, kanker tenggorokan, dan leukimia. Dapat mengindikasi pada kerusakan hati, gangguan ginjal, gangguan reproduksi.

Cara Mengenali Makanan yang Mengandung Formalin
Karena formalin tidak berbau pada makanan yang diolah, pengenalan menjadi sulit. Namun, ada beberapa ciri fisik yang patut dicurigai untuk mengetahui makanan mengandung formalin.

Ikan dan Ayam : Teksturnya sangat kenyal, kaku, dan elastis (tidak mudah hancur). Bau amisnya hilang atau sangat samar. Lalat enggan hinggap.

Tahu dan Mi Basah : Tidak mudah basi, bahkan setelah didiamkan di suhu ruang selama 2-3 hari. Teksturnya sangat kenyal dan tidak berbau kedelai/tepung alami.

Formalin adalah zat yang seharusnya berada di laboratorium atau rumah duka, bukan di meja makan kita. Dengan meningkatkan kesadaran dan kehati-hatian, kita dapat melindungi keluarga dari ancaman racun tersembunyi ini. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kalteng PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemerintah Tetapkan Acuan Baru Harga Minimal  Ayam dan Telur Mulai 15 Juli, Berikut Nominalnya 

Pemerintah Tetapkan Acuan Baru Harga Minimal  Ayam dan Telur Mulai 15 Juli, Berikut Nominalnya 

Pemerintah memutuskan menaikkan Harga Acuan Penjualan (HAP) ayam hidup.

Lima Tahun Bertambah 860 Ribu, Kanker Payudara Kerap Terlambat Terdeteksi

Lima Tahun Bertambah 860 Ribu, Kanker Payudara Kerap Terlambat Terdeteksi

Berdasarkan data BPJS Kesehatan menunjukkan tren peningkatan kasus kanker payudara sekitar 860 ribu selama lima tahun.

Orang Tua Wajib Tahu! Ini Tahapan Diagnosis Kanker pada Anak dan Pentingnya Deteksi Dini

Orang Tua Wajib Tahu! Ini Tahapan Diagnosis Kanker pada Anak dan Pentingnya Deteksi Dini

Diagnosis yang tepat membantu tenaga medis memastikan apakah sel abnormal benar merupakan kanker

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer