Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lima Tahun Bertambah 860 Ribu, Kanker Payudara Kerap Terlambat Terdeteksi

I
Penulis: Ismail❯
Dokter subspesialis Bedah Onkologi dr. I Gusti Ayu Nari Laksmi Dewi, SpB, Subsp.Onk (K) saat memberikan keterangan dalam acara Kaiser Cancer Center, BSD City, Tangerang, pada Kamis (30/7/2026). ANTARA/Sri Dewi Larasati
Dokter subspesialis Bedah Onkologi dr. I Gusti Ayu Nari Laksmi Dewi, SpB, Subsp.Onk (K) saat memberikan keterangan dalam acara Kaiser Cancer Center, BSD City, Tangerang, pada Kamis (30/7/2026). ANTARA/Sri Dewi Larasati

Advertisement

 

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM –   Tren kasus kanker payudara dari tahun ke tahun terus meningkat. Berdasarkan data BPJS Kesehatan menunjukkan tren peningkatan kasus kanker payudara sekitar 860 ribu selama lima tahun.

Mengutif  ANTARA,tahun 2021 ditemukan 1.080.031 kasus, pada tahun 2025 menjadi 1.941.410. Seiring dengan itu terjadi kenaikan biaya terverifikasi dari sekitar Rp1,03 triliun menjadi Rp1,99 triliun.

Advertisement

Menurut  Dokter subspesialis Bedah Onkologi dr. I Gusti Ayu Nari Laksmi Dewi, SpB, Subsp.Onk (K) kanker payudara masih menjadi salah satu jenis kanker yang kerap terlambat terdeteksi pada perempuan.

Menurut dia, breast cancer atau kanker payudara pada perempuan paling banyak dan paling cepat kasusnya lantaran belum ada vaksinnya.

“Kalau breast cancer itu memang tahu-tahu sudah gede, sudah stadium, padahal katanya benjolannya kecil-kecil aja,” kata dokter Gusti Ayu, di Kaiser Cancer Center, BSD City, Tangerang, Kamis (30/7/2026) mengutif ANTARA.

Advertisement

Gusti Ayu menilai masih banyak pasien datang ke rumah sakit ketika kanker payudara sudah memasuki stadium lanjut, salah satunya karena sebelumnya memilih menjalani pengobatan alternatif.

Saat dilakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan justru kerap ditemukan kondisi pasien yang sudah mengalami ukuran tumor umumnya sudah besar bahkan sebagian telah menjadi luka yang berbau.

Dalam hal ini, dokter lulusan Universitas Airlangga itu menekankan pentingnya deteksi dini agar kanker seperti kanker payudara terdeteksi pada stadium awal.

Menurut Gusti, jika penyakit terdiagnosis lebih cepat, operasinya juga tidak complicated, biaya pengobatan lebih rendah hingga kebutuhan akan terapi lanjutan dapat diminimalkan sesuai kondisi pasien.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kalteng PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Heboh Kabar JKN Dihapus dan Diganti Klinik Kopdes Merah Putih, BPJS Kesehatan Buka Suara

Heboh Kabar JKN Dihapus dan Diganti Klinik Kopdes Merah Putih, BPJS Kesehatan Buka Suara

Kabar mengenai penghapusan program JKN digantikan Klinik Kopdes Merah Putih ramai beredar

Risiko Kecelakaan Kerja di Perkebunan Sawit Kotim Masih Tinggi, 1.000 Kasus Akibat Duri Sawit

Risiko Kecelakaan Kerja di Perkebunan Sawit Kotim Masih Tinggi, 1.000 Kasus Akibat Duri Sawit

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sampit mencatat sedikitnya 1.000 kasus cedera akibat janjang dan duri sawit, sementara sekitar 2.500 kasus lainn

Puskesmas Menteng Siagakan Oksigen Gratis 24 Jam, Kasus ISPA Didominasi Anak-Anak

Puskesmas Menteng Siagakan Oksigen Gratis 24 Jam, Kasus ISPA Didominasi Anak-Anak

Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya menyiagakan layanan oksigen gratis selama 24 jam untuk mengantisipasi gangguan pernapasan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer