
KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Tren kasus kanker payudara dari tahun ke tahun terus meningkat. Berdasarkan data BPJS Kesehatan menunjukkan tren peningkatan kasus kanker payudara sekitar 860 ribu selama lima tahun.
Mengutif ANTARA,tahun 2021 ditemukan 1.080.031 kasus, pada tahun 2025 menjadi 1.941.410. Seiring dengan itu terjadi kenaikan biaya terverifikasi dari sekitar Rp1,03 triliun menjadi Rp1,99 triliun.
Menurut Dokter subspesialis Bedah Onkologi dr. I Gusti Ayu Nari Laksmi Dewi, SpB, Subsp.Onk (K) kanker payudara masih menjadi salah satu jenis kanker yang kerap terlambat terdeteksi pada perempuan.
Menurut dia, breast cancer atau kanker payudara pada perempuan paling banyak dan paling cepat kasusnya lantaran belum ada vaksinnya.
“Kalau breast cancer itu memang tahu-tahu sudah gede, sudah stadium, padahal katanya benjolannya kecil-kecil aja,” kata dokter Gusti Ayu, di Kaiser Cancer Center, BSD City, Tangerang, Kamis (30/7/2026) mengutif ANTARA.
Gusti Ayu menilai masih banyak pasien datang ke rumah sakit ketika kanker payudara sudah memasuki stadium lanjut, salah satunya karena sebelumnya memilih menjalani pengobatan alternatif.
Baca Juga: Daun Apa Apa, Peneliti Unair Sebut Punya Khasiat Menghambat Sel Kanker Serviks dan Payudara
Saat dilakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan justru kerap ditemukan kondisi pasien yang sudah mengalami ukuran tumor umumnya sudah besar bahkan sebagian telah menjadi luka yang berbau.
Dalam hal ini, dokter lulusan Universitas Airlangga itu menekankan pentingnya deteksi dini agar kanker seperti kanker payudara terdeteksi pada stadium awal.
Menurut Gusti, jika penyakit terdiagnosis lebih cepat, operasinya juga tidak complicated, biaya pengobatan lebih rendah hingga kebutuhan akan terapi lanjutan dapat diminimalkan sesuai kondisi pasien.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




