
KALTENGPOS.JAWAPOS.COM-Mi instan dan nasi sering dianggap menu sederhana yang paling sedap, apalagi saat lapar di malam hari atau tanggal tua. Rasanya memang mengenyangkan dan praktis. Tapi di balik kebiasaan yang terlihat sepele ini, ada risiko kesehatan yang tidak disadari banyak orang.
Mi dan nasi sama-sama tinggi karbohidrat. Ketika dikonsumsi bersamaan dalam porsi besar, tubuh menerima kalori dan gula yang cukup tinggi dalam satu kali makan.
Jika tidak diimbangi aktivitas fisik yang cukup, kelebihan energi tersebut bisa menjadi lemak dan memicu kenaikan berat badan.
Tak hanya itu, melansir https://poltekkescimahi.org mi instan juga dikenal tinggi garam dan MSG. Jika dikonsumsi terlalu sering, terutama bersama nasi, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, obesitas, hingga diabetes.
Kandungan serat dan proteinnya yang rendah juga membuat tubuh cepat lapar kembali meski sebelumnya sudah merasa kenyang.
Meski begitu, mi instan tetap bisa dikonsumsi sesekali dengan cara yang lebih sehat. Misalnya dengan menambahkan telur, ayam, atau sayuran, serta mengurangi penggunaan seluruh bumbu instan.
Jadi kalau ingin makan mi, lebih bijak dengan tidak mengonsumsinya setiap hari sebagai utama. jika tak tahan dengan aroma sedapnya mi instan, nikmatilah tanpa menambah nasi atau karbohidrat yang lain dan dengan porsi secukupnya.(*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




