Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Asap Tebal di Kotim Kembali Parah, ISPU PM10 Tembus di Atas 1.000

M
Penulis: Miftahul Ilma❯
Kabut asap pekat menyelimuti Sampit.(Miftahul Ilma/kaltengpos.jawapos.com)
Kabut asap pekat menyelimuti Sampit.(Miftahul Ilma/kaltengpos.jawapos.com)

Advertisement

SAMPIT – Kondisi udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali memburuk. Pada Selasa (6/10/2026) siang, kabut asap kembali terlihat di sejumlah kawasan setelah sehari sebelumnya kondisi udara sempat terasa lebih bersih.

Data kualitas udara dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menunjukkan indeks pencemaran udara di Kotim mencapai 1.270 pada Selasa sekitar pukul 12.00 WIB. Parameter PM10 menjadi penyumbang utama dan kondisi tersebut berada pada level berbahaya.

Advertisement

Angka tersebut membuat Kotim bedada di urutan pertama dengan kualitas udara buruk di Indonesia. Kondisi demikian membutuhkan perhatian dan langkah cepat untuk mengurangi paparan terhadap warga.

Perubahan kondisi udara juga dirasakan langsung masyarakat. Dewi, salah seorang warga, menyebut udara pada Senin (5/10/2026) masih relatif nyaman untuk beraktivitas. Namun, situasi kembali berubah ketika asap muncul pada hari berikutnya.

“Sehari sebelumnya masih terasa cukup nyaman, tetapi sekarang asap kembali muncul dan mulai mengganggu,” ujarnya. 

Advertisement

Ketika konsentrasi asap semakin pekat, ia mengaku mulai merasakan keluhan kesehatan berupa sakit kepala. Kondisi tersebut dirasakan setelah cukup lama berada di tengah udara yang dipenuhi asap.

“Kalau asapnya sudah tebal, kepala mulai terasa sakit,” ujarnya.

Kembalinya kabut asap pada awal Oktober menjadi perhatian karena kualitas udara dapat berubah seiring kondisi kebakaran hutan dan lahan serta pergerakan asap di wilayah Kotim.

Dengan indeks yang telah berada pada kategori berbahaya, masyarakat perlu lebih membatasi paparan langsung terhadap udara luar, terutama saat asap terlihat semakin pekat.

Warga juga disarankan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah dan mengurangi kegiatan di ruang terbuka selama kondisi udara belum membaik. Kelompok yang rentan terhadap gangguan akibat polusi udara juga perlu mendapat perhatian lebih. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kalteng PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BMKG Pantau Lonjakan Titik Panas di Kapuas dan Pulang Pisau Picu Kabut Asap di Palangka Raya

BMKG Pantau Lonjakan Titik Panas di Kapuas dan Pulang Pisau Picu Kabut Asap di Palangka Raya

Kabut asap kembali menyelimuti wilayah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Kabut Asap Mulai Menipis, Sejumlah Sekolah di Kotim Kembali Belajar di Kelas

Kabut Asap Mulai Menipis, Sejumlah Sekolah di Kotim Kembali Belajar di Kelas

Aktivitas belajar di sekolah mulai kembali berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). 

Kualitas Udara Membaik, Kadisdik Kalteng Belum Beri Lampu Hijau Belajar di Sekolah

Kualitas Udara Membaik, Kadisdik Kalteng Belum Beri Lampu Hijau Belajar di Sekolah

Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah tetap melanjutkan evaluasi berkala terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM)..

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer