Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Warga Desa Lampuyang Besar Dilanda Kecemasan Ketika Banjir, Sering Melihat Buaya Muncul

Agus Pramono • Rabu, 15 Oktober 2025 | 19:12 WIB
Warga Desa Lampuyang Besar takut buaya muncul
Warga Desa Lampuyang Besar takut buaya muncul

 

SAMPIT – Banjir yang merendam sejumlah titik, di Desa Lampuyang Besar, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), sejak awal pekan ini menimbulkan kekhawatiran baru.

Warga setempat melaporkan kemunculan buaya di sekitar sekolah yang terlihat saat air pasang.

Debit air dengan ketinggian sekitar 25 sentimeter itu membuat warga cemas dengan keberadaan hewan predator yang dilaporkan sering melintas di dekat permukiman dan sekolah.

Salah satu warga setempat, Dedi Kurniawan, mengatakan kemunculan buaya bukan hal baru di Desa Lampuyang, terutama ketika musim banjir tiba. Hewan itu biasanya muncul dari arah sungai yang berjarak tidak jauh dari sekolah.

“Sering, Pak. Apalagi kalau musim banjir, air kan tinggi sampai ke parit. Buayanya tuh dari sungai nyebrang ke seberang, lewat jalan,” ujarnya, Rabu (15/10/2025).

Menurut Dedi, ukuran buaya yang terlihat cukup besar, bahkan ada yang mencapai dua meter lebih. Predator itu kerap memakan ayam milik warga setempat. 

“Yang di sungai belakang sawit itu besar, kemarin sempat kelihatan. Kadang dia juga nyari makan ayam di sekitar sini,” ucapnya.

Ia menuturkan, warga sudah sering melihat buaya melintas di aliran sungai, terutama ketika air pasang.

Karena itu, mereka berharap ada langkah antisipasi agar keselamatan warga dan murid tidak terancam. 

“Buaya sering lewat sungai, tergantung air pasang surutnya,” imbuhnya. (mif/ram)

Aliansi Honorer Non Database BKN Gagal CPNS 2024 Provinsi NTB mendesak BKD NTB membuka data nama-nama 518 honorer yang tidak masuk database BKN dalam hearing di Komisi I DPRD NTB.
Aliansi Honorer Non Database BKN Gagal CPNS 2024 Provinsi NTB mendesak BKD NTB membuka data nama-nama 518 honorer yang tidak masuk database BKN dalam hearing di Komisi I DPRD NTB.
Editor : Agus Pramono
#banjir #desa lampuyang #sampit #buaya