PEDANGDUT sekaligus seniman Soimah Pancawati menjadi sorotan warganet setelah dirinya disebut-sebut sebagai “juri tidak berguna” dalam ajang Dangdut Academy 7.
Dikutip dari aploudan Instagram inchezzaniskarezky13, hujatan tersebut ramai beredar di media sosial dan memicu beragam reaksi, baik kritik tajam maupun dukungan.
Ia mengaku kerap membaca komentar netizen yang mempertanyakan fungsi juri, terutama saat kompetisi sudah memasuki babak tiga besar hingga dua besar.
“Beberapa hari ini ada, terutama di top 3 ini. Terus juri apa gunanya? Saya live di sosial media, saya jawab, juri tidak berguna. Saya hanya nonton konser aja,” ujar Soimah.
Namun, Soimah menilai komentar tersebut banyak datang dari penonton baru yang tidak mengikuti perjalanan kompetisi sejak awal.
“Orang yang berkomentar seperti itu adalah penonton-penonton baru. Mereka tidak mengikuti Dangdut Academy 7 dari awal. Mereka tiba-tiba datang, pengen viral, pengen bikin konten,” katanya.
Soimah juga menegaskan bahwa dirinya hanyalah manusia biasa yang berusaha menjalankan peran sebagai juri sebaik mungkin.
“Saya juri yang tidak berguna, saya manusia biasa. Tapi semoga ilmu-ilmu kita itu bisa dimakan, bisa dimasukkan oleh peserta dan bisa berguna,” ucapnya.
Netizen Terbelah
Curhatan Soimah tersebut langsung menuai beragam tanggapan dari netizen. Sebagian justru menguatkan kritik terhadap sistem penjurian di Dangdut Academy, terutama soal dominasi virtual gift (VG).
“Emang nyatanya gitu kan, yang berguna hanya VG,” tulis akun fadzyah_.
Bahkan, ada warganet yang mengusulkan agar ajang tersebut digelar tanpa juri.
“D’Academy emang sebaiknya tanpa juri,” komentar akun fuadbashori.
Komentar lain juga menyoroti sistem penilaian yang dinilai tak adil bagi kualitas vokal peserta.
“Sebaiknya emang gak usah ada. Karena yang nentuin kan virtual gift. Jadi sebagus apapun suara dan tekniknya, tetap bisa gugur kalau gak punya sultan gift,” tulis akun ayhumi_bogaz.
Sebaliknya, tak sedikit pula netizen yang memberikan dukungan moral kepada Soimah.
“Semangat mae, juri the best,” tulis akun alvianjer.
“Semangat mae,” timpal salsanurainaananda.
Untuk diketahui, Tasya, pedangdut asal Tangerang Selatan, dinobatkan sebagai Juara Dangdut Academy 7 Musim 2025.
Kemenangan Tasya ditentukan melalui akumulasi perolehan Virtual Gift dari tiga malam rangkaian grand final, yakni Grand Final 1, Grand Final 2 (Mini Konser), dan Grand Final 3 (Konser Kemenangan).
Berdasarkan hasil akhir, Tasya berhasil mengungguli Valen asal Pamekasan, Madura, dengan selisih perolehan yang cukup signifikan.
Tasya meraih total 406 juta Virtual Gift, sementara Valen mengumpulkan 353 juta Virtual Gift, sehingga harus puas di posisi Juara 2. Adapun posisi Juara 3 diraih oleh April asal Cirebon, yang sebelumnya terhenti di babak penentuan.Melalui sebuah siaran langsung di media sosial, Soimah akhirnya buka suara menanggapi komentar miring yang ditujukan kepadanya. (ram)
Editor : Ayu Oktaviana