KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kalimantan Tengah yang berlaku selama tiga hari, mulai 16 hingga 18 Februari 2026.
Pada momen Imlek dan awal Ramadan 2026, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Dalam rilis resminya, BMKG menjelaskan kondisi ini dipicu oleh adanya daerah belokan angin serta perlambatan kecepatan angin atau konvergensi yang terpantau di wilayah Kalimantan Tengah. Situasi tersebut meningkatkan pertumbuhan awan hujan.
Selain itu, kelembaban udara yang cukup tinggi dan kondisi labilitas lokal yang kuat turut mendukung proses konvektif dalam pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah.
“Adanya belokan angin dan konvergensi di wilayah Kalimantan Tengah meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan. Kelembaban udara yang basah serta labilitas lokal yang kuat juga mendukung proses pembentukan awan hujan secara lokal,” tulis BMKG dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).
Pada Selasa (17/2/2026), potensi hujan masih terjadi namun lebih terkonsentrasi di Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Gunung Mas bagian utara, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, serta Kapuas bagian utara.
Sementara pada Rabu (18/2/2026), wilayah terdampak kembali meluas mencakup sebagian besar kabupaten/kota di Kalimantan Tengah, termasuk Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, dan Palangka Raya.
BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi hujan lokal berdurasi singkat yang dapat disertai petir, angin kencang, bahkan puting beliung. Dampak yang perlu diantisipasi antara lain genangan air dan banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang.
“Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi akibat kondisi cuaca tersebut,” demikian imbauan BMKG. (mif)
Editor : Agus Pramono