Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jatuh

R
Penulis: Rohansyah❯
Rohansyah
Rohansyah

Advertisement

 

SEORANG raja mengadakan sayembara untuk mencari calon menantu. Syaratnya sederhana, tetapi sangat berat: peserta harus menyeberangi sebuah kolam yang dipenuhi buaya dan binatang buas lainnya.

Banyak pemuda datang. Mereka berdiri di tepi kolam, tetapi tak seorang pun berani melangkah.

Advertisement

Tiba-tiba, seorang pemuda tercebur ke dalam kolam.

Ia berenang sekuat tenaga. Dengan susah payah ia menghindari binatang-binatang buas hingga akhirnya berhasil mencapai seberang.

Semua orang bersorak.

Advertisement

Raja berkata, "Selamat! Engkau pantas menjadi menantuku."

Namun pemuda itu justru diam. Dengan kondisi yang masih terengah-engah dan sedikit emosi dia menoleh dan berkata, "Siapa yang mendorong saya?!"

Dalam hidup, terkadang kita juga seperti pemuda itu.

Kita ingin dekat dengan Allah, tetapi selalu merasa belum siap. Ingin rajin salat, tetapi menunda. Ingin membaca Al-Qur'an, tetapi merasa belum punya waktu. Ingin meninggalkan kebiasaan buruk, tetapi selalu berkata, "Nanti saja."

Advertisement
Editor : Agus Pramono
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kalteng PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Genggaman

Genggaman

Ketika seluruh energi digunakan untuk mempersiapkan kehidupan yang paling lama seratus tahun, tetapi hampir tidak ada waktu untuk mempersiapkan kehidupan yang tidak akan pernah berakhir.

Akhlak

Akhlak

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam tidak menyebut kekayaan, kecerdasan, jabatan, atau popularitas

Membeku

Membeku

Allah berfirman, "Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah." (QS. Az-Zumar: 53). Ayat ini bukan hanya untuk mereka yang bergelimang dosa, tetapi juga untuk siapa saja yang sedang menghadapi kesulitan hidup.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer